Kimia Farma Bakal Luncurkan Remdesivir Injeksi pada September 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Kimia Farma Tbk (KAEF) menargetkan produksi remdesivir injeksi rampung pada September 2021. Remdesivir dirujuk sebagai salah satu obat yang digunakan dalam penanganan pasien COVID-19.

Direktur Utama Kimia Farma, Verdi Budidarmo mengatakan, Remdesivir menjadi salah satu produk yang sangat dibutuhkan masyarakat saat ini. Sejalan dengan angka kasus COVID-19 yang tampak belum melandai. Di Indonesia, ada 7 perusahaan termasuk Kimia Farma yang menyediakan obat tersebut.

"Remdesivir ini ada 7 perusahaan di Indonesia yang melakukan importasi. Di mana salah satunya Kimia Farma. Baik itu dilakukan mulai spesial akses ataupun berencana untuk pengembangan obat ini diproduksi di dalam negeri,” kata dia dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Bersama Komisi VI, Rabu (7/7/2021).

Saat ini, Kimia Farma tengah dalam tahap finalisasi produksi remdesivir yang diperkirakan rampung pada September mendatang. “Kami harapkan nanti bulan September sudah bisa launching untuk remdesivir injeksi di dalam negeri,” Verdi menambahkan.

Vaksin Gotong Royong Sasar Sektor Tambang, Perusahaan Ini Antre

Petugas memeriksa suhu tubuh pekerja swasta saat program Vaksinasi Gotong Royong di Sudirman Park Mall, Jakarta, Rabu (19/5/2021). Vaksinasi Gotong Royong memfasilitasi badan usaha yang mau membeli vaksin untuk karyawannya. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Petugas memeriksa suhu tubuh pekerja swasta saat program Vaksinasi Gotong Royong di Sudirman Park Mall, Jakarta, Rabu (19/5/2021). Vaksinasi Gotong Royong memfasilitasi badan usaha yang mau membeli vaksin untuk karyawannya. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sebelumnya, PT Kimia Farma Diagnostika (KFD), selaku cucu perusahaan PT Kimia Farma Tbk (KAEF) yang merupakan bagian dari holding farmasi, akan distribusi dan penyuntikan vaksin gotong royong ke sektor tambang. Hal itu akan dilakukan usai KFD melancarkan vaksinasi di wilayah Timur Indonesia yang saat ini sedang berlangsung.

"Kita akan memasuki wilayah Kalimantan dan Sumatera untuk menjangkau klaster pertambangan. Kluster pertambangan, menurut kami juga penting. Jangan sampai produktivitas dari pertambangan itu mengganggu perekonomian kita,” kata Plt-Direktur Utama Kimia Farma Diagnostika, Agus Candra dalam video konferensi, Senin, 21 Juni 2021.

Agus membeberkan, perusahaan pertambangan yang sudah bekerjasama dengan KFD antara lain ada Astra Group dan perusahaan tambang asal negeri tirai bambu, China. Vaksinasi di klaster tersebut akan dilancarkan pada Juli 2021.

"Sektor pertambangan berapa yang sudah kerja sama mulai penyuntikan itu di awal Juli dengan Astra group company, maupun beberapa grup perusahaan di sektor pertambangan yang akan kita lakukan penyuntikan,” kata Agus.

Selain itu, vaksin gotong royong juga akan merambah ke sektor pertambangan di Sulawesi. "Kita akan melakukan penyuntikan di Sulawesi untuk perusahaan-perusahaan pertambangan, dari perusahaan asal China yang memang sudah meminta kami untuk segera melakukan penyuntikan di pertambangan,” ujar Agus.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel