Kimia Farma Diagnostika vaksinasi 1.000 anak muda di sektor fintech

·Bacaan 3 menit

Setelah melakukan vaksinasi terhadap berbagai sektor prioritas, kini PT Kimia Farma Diagnostika menyasar para anak muda (generasi milenial atau generasi Z) di sektor financial technology (fintech).

Sektor tersebut yaitu Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) dan perusahaan peer to peer (P2P) lending.

Sebanyak 1.000 orang muda yang bekerja di sektor industri jasa keuangan itu pada Jumat (2/7), mendapatkan vaksinasi untuk meningkatkan kekebalan tubuh mereka dari ancaman Covid-19.

PT Kimia Farma Diagnostika (KFD), cucu usaha PT Kimia Farma, yang fokus memberikan pelayanan kesehatan terintegrasi mencakup klinik kesehatan dan lab klinik memberikan pelayanan vaksinasi itu dengan profesional dan protokol kesehatan yang ketat.

Plt. Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika Agus Chandra di Jakarta, Minggu, menuturkan bahwa para generasi milenial cenderung memiliki imunitas lebih bagus. Namun, mereka tetap harus mewaspadai varian baru virus corona.

Mereka tetap perlu segera melakukan vaksinasi agar imunitas terjaga dari penularan Covid-19 di tengah tingginya aktivitas mereka baik di lingkungan kerja maupun sosial.

“Mutasi Covid-19 varian Delta memiliki tingkat penyebaran yang lebih cepat, terutama mulai menginfeksi anak-anak di bawah usia 18 tahun. Oleh karena itu, para orang tua perlu memperketat lagi mobilitas anak-anaknya agar tidak terpapar varian baru tersebut. Demikian juga para anak muda perlu vaksinasi untuk menjaga kesehatan dan imunitasnya,” ujar Agus Chandra dalam keterangan tertulis.

Varian baru ini juga telah terdeteksi di DKI Jakarta dan sejumlah kota besar di Indonesia. Di Jakarta, setidaknya hingga kini ditemukan 128 kasus varian baru, yang terdiri atas Delta 111 kasus, Alpha 11 kasus, Beta 5 kasus, dan Kappa 1 kasus.

Kasus varian baru ini ditemukan pada anak-anak usia balita sebanyak 29 kasus, usia 6-18 tahun sebanyak 26 kasus, dan usia 19-59 tahun sebanyak 71 kasus, dan usia di atas 60 tahun sebanyak 2 kasus.

Adrian Gunadi, Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), menjelaskan bahwa para anak muda bekerja di sektor fintech sangat antusias mengikuti vaksinasi gotong royong yang dilaksanakan para tenaga kesehatan dari PT Kimia Farma Diagnostika.

Sebagai bagian dari sektor keuangan yang merupakan sektor esensial, pihaknya terus mengupayakan agar semua karyawan dan keluarga besar penyelenggara fintech pendanaan dan ekosistem pendukungnya terjaga, dan terlindungi dari resiko terinfeksi Covid-19.

“Kami berterima kasih kepada PT Kimia Farma Tbk dan PT Kimia Farma Diagnostika yang telah melaksanakan Vaksinasi Gotong Royong terhadap para karyawan perusahaan fintech yang sebagian besar adalah generasi milenial. Ketika seluruh pekerja sektor fintech divaksinasi, itulah kontribusi sektor ini untuk herd immunity di Indonesia,” ujarnya.

Hal tersebut juga dibenarkan Kuseryansyah, Direktur Eksekutif AFPI, karena generasi muda era teknologi ini memerlukan perlindungan kesehatan.

“Generasi milenial ini ternyata antusias mengikuti vaksinasi. Mereka meyakini dengan vaksinasi ini kegiatan mereka akan terlindungi dari virus corona. Kami juga mengapresiasi tenaga kesehatan, dan peserta vaksin dan tim sekretariat AFPI atas kerjasama yang baik sehingga vaksinasi ini berjalan lancar,” katanya.


Baca juga: Kimia Farma Diagnostika vaksinasi 14.800 pekerja Kilang Tangguh LNG

Baca juga: Direksi baru KFD pastikan layanan tes antigen sesuai prosedur

Baca juga: Kimia Farma jalankan Vaksinasi Gotong Royong bagi pekerja Grup Astra

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel