Kimia Farma optimalkan penggunaan bahan baku obat produksi lokal

PT Kimia Farma (Persero) Tbk mengoptimalkan penggunaan Bahan Baku Obat (BBO) produksi lokal yang bertujuan untuk mencapai kemandirian kesehatan nasional.

Kimia Farma bekerja sama dengan anak usahanya yaitu PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopia (KFSP) melakukan pembelian BBO untuk memenuhi kebutuhan BBO perusahaan.

Sekretaris Perusahaan Kimia Farma Ganti Winarno Putro dalam keterangan di Jakarta, Jumat, mengatakan KFSP akan menjadi pihak produsen BBO yang telah memenuhi sertifikat Cara Pembuatan Bahan Baku Aktif Obat yang Baik dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.

Baca juga: Kimia Farma fokus kembangkan BBO wujudkan ketahanan kesehatan nasional

"Penandatanganan perjanjian kerja sama ini merupakan bentuk komitmen Kimia Farma dalam mengoptimalkan penggunaan bahan baku produksi lokal guna kemandirian kesehatan nasional sesuai tema HKN tahun 2022 yaitu Bangga Produk Inovasi dan Teknologi Kesehatan Dalam Negeri untuk Mendukung Transformasi Sistem Kesehatan," ujarnya.

Dalam perjanjian tersebut Kimia Farma akan menggunakan tiga jenis BBO dari KFSP yaitu Atorvastatin, Clopidogrel, dan Entecavir, serta akan terus dilanjutkan dengan penggunaan BBO hasil produksi lainnya dari KFSP.

Baca juga: Kimia Farma turunkan target impor bahan baku obat hingga 23 persen

Dengan komitmen itu diharapkan akan mendukung program pemerintah untuk melakukan substitusi bahan baku impor menjadi bahan baku lokal.

Selain itu emiten berkode saham KAEF itu juga akan terus mendukung program kemandirian farmasi dan alat kesehatan sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan.

Penandatangan perjanjian kerja sama pembelian BBO dalam negeri oleh Kimia Farma bertepatan dengan Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Indonesia ke-58.

Baca juga: Peringati HKN, Kemenkes RI tekankan pemerataan akses kesehatan