Kimia Farma Rombak Jajaran Komisaris dan Direksi, Ini Susunan Pengurus Terbaru

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Kimia Farma Tbk (KAEF) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Rabu, (28/4/2021). Salah satu agendanya menyetujui perubahan susunan direksi dan komisaris.

Dalam RUPS Kimia Farma menyetujui dan mengangkat Abdul Kadir sebagai Komisaris Utama. Lalu kamelia Faisal sebagai Komisaris Independen, Dwi Ary Purnomo sebagai Komisaris. Sementara itu, Lina Sari sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko.

RUPST Kimia Farma juga memberhentikan dengan hormat Alexander K. Ginting sebagai Komisaris Utama, Nurrachman sebagai Komisaris Independen, Chrisma Aryani Albandjar sebagai Komisaris dan Pardiman sebagai Direktur Keuangan terhitung sejak ditutupnya RUPST ini.

RUPST juga memutuskan mengubah nomenklatur direksi PT Kimia Farma Tbk yaitu Direktur Keuangan menjadi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko.

Sehingga susunan dan jabatan Dewan Komisaris dan Direksi Kimia Farma terbaru sebagai berikut:

Dewan Komisaris:

Komisaris Utama : Abdul Kadir

Komisaris : Dwi Ary Purnomo

Komisaris : Subandi Sardjoko

Komisaris Independen : Musthofa Fauzi

Komisaris Independen : Kamelia Faisal

Direksi:

Direktur Utama : Verdi Budidarmo

Direktur Keuangan & Manajemen Risiko : Lina Sari

Direktur Pengembangan Bisnis : Imam Fathorrahman

Direktur Produksi & Supply Chain : Andi Prazos

Direktur Umum & Human Capital : Dharma Syahputra

Kinerja 2020

(foto: Liputan6.com)
(foto: Liputan6.com)

Di tengah kondisi pandemi COVID-19 dan berbagai tantangan yang dihadapi sepanjang 2020, Perseroan dapat membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 6,44 persen dibandingkan dengan 2019.

Peningkatan tersebut ditopang oleh peningkatan segmen distribusi sebesar Rp814,68 miliar atau meningkat 26,81 persen dari tahun sebelumnya Rp3.038,93 miliar.

Selain itu, segmen lainnya yaitu jasa layanan klinik kesehatan dan laboratorium klinik meningkat 316,71 persen dari Rp182,04 miliar pada 2019 menjadi Rp758,58 miliar pada 2020.

Laba usaha Perseroan mengalami pertumbuhan sebesar 30,17 persen menjadi sebesar Rp653,02 miliar dibandingkan 2019. EBITDA Perseroan juga mengalami pertumbuhan sebesar 31,35 persen jika dibandingkan dengan EBITDA tahun 2019.

Secara rasio EBITDA margin mengalami pertumbuhan 1,74 persen dari 7,40 persen pada 2019 menjadi 9,14 persen pada 2020. Hal ini menunjukkan pertumbuhan kinerja Perseroan masih terjaga meskipun berada di situasi perekonomian yang tidak menentu.

Melalui sejumlah langkah efisiensi yang dilakukan, Perseroan juga dapat menekan beban usaha pada 2020. Tercatat rasio beban usaha terhadap pendapatan 33,24 persen lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama yaitu 34,17 persen.

Efisiensi beban usaha ini memberikan kontribusi positif terhadap laba tahun berjalan yang dibukukan Perseroan tahun 2020 yang meningkat 28,54 persen menjadi Rp20,43 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp15,89 miliar.

Perseroan Optimistis Hadapi 2021

RUPST Tahun Buku 2020 PT Kimia Farma Tbk (KAEF) (Foto: Dok PT Kimia Farma Tbk)
RUPST Tahun Buku 2020 PT Kimia Farma Tbk (KAEF) (Foto: Dok PT Kimia Farma Tbk)

Perseroan sangat optimistis menghadapi 2021. Namun demikian, adanya pandemi COVID-19 masih menjadi tantangan yang harus dihadapi pada 2021.

Perseroan telah menyiapkan sejumlah strategi untuk dapat meraih kinerja yang lebih baik lagi pada 2021. Fokus utama Perseroan tahun 2021 menjadi momentum pertumbuhan Perseroan dengan tata Kelola yang Baik yang didukung oleh empat pilar portofolio Perseroan yaitu National Leader Manufacture, Excellent Distribution, Leading Pharmacy Retail dan Best Service Clinic & Clinical Laboratory.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Perseroan berupaya untuk menciptakan efisiensi dan meningkatkan produktivitas dengan menjalankan digitalisasi, pengadaan yang terpusat, layanan kesehatan yang terintegrasi dan optimalisasi fasilitas produksi.

Sebagai pondasi untuk mewujudkan tujuan tersebut, Perseroan akan bertumpu pada empat pilar, yaitu riset dan pengembangan, otomatisasi dan teknologi, sumber daya manusia dan tata kelola perusahaan yang baik.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini