Kinerja BPR di Sumbar tetap tumbuh di tengah pandemi

Nusarina Yuliastuti
·Bacaan 1 menit

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja bank perkreditan rakyat (BPR) di Sumatera Barat tetap tumbuh di tengah pandemi Corona Virus Disease (COVID-19).

"Pada Agustus 2019 total aset BPR konvensional dan syariah di Sumbar mencapai Rp1,95 triliun, pada Agustus 2020 menjadi Rp2,04 triliun atau naik sebesar Rp90 miliar," kata Kepala OJK perwakilan Sumbar Misran Pasaribu di Padang, Rabu.

Menurutnya peningkatan total aset BPR terjadi karena peningkatan Dana Pihak Ketiga sebesar Rp40 miliar dari Rp1,53 triliun menjadi Rp1,57 triliun.

"Selain itu kredit yang disalurkan juga meningkat sebesar Rp60 miliar dari Rp1,48 triliun menjadi Rp1,58 triliun," kata dia.

Baca juga: LPS tangani tujuh BPR gagal terdampak COVID-19

Kualitas pembiayaan yang disalurkan masih perlu perbaikan karena rasio kredit bermasalah mencapai 10,05 persen.

Angka ini sebenarnya sudah turun dibandingkan periode yang sama pada 2019 yang mencapai 12,68 persen.

Ia menyebutkan angka rasio kredit bermasalah BPR di Sumbar berada di atas rata-rata nasional yang tercatat sebesar 8,37 persen.

Baca juga: BPR optimistis bertahan di masa pandemi

Sementara itu loan to deposit rasio atau perbandingan antara volume kredit yang disalurkan dengan jumlah penerimaan dana relatif baik yaitu 84,23 persen atau di bawah angka nasional 109,48 persen.

"Artinya BPR di Sumbar masih memiliki ruang untuk menyalurkan kredit, "ujarnya.

Pada sisi lain pangsa pasar BPR di Sumbar terhadap nasional terbilang kecil untuk aset hanya 1,2 persen, kredit 1,28 persen dan dana pihak ketiga 1,42 persen.