Kinerja GoTo Menguat di Q3 2022

Merdeka.com - Merdeka.com - GoTo mengumumkan kinerja keuangan dan operasional untuk kuartal ketiga tahun 2022 (3Q22). Andre Soelistyo, Direktur Utama Grup GoTo menjelaskan, pihaknya telah mencatat kinerja kuat di kuartal ketiga, sehingga mempercepat langkah menuju profitabilitas, seiring dengan pertumbuhan pendapatan dan berkurangnya rugi EBITDA yang disesuaikan.

"Margin kontribusi secara grup melampaui pedoman yang kami sampaikan kuartal sebelumnya, dengan margin kontribusi positif di segmen On-Demand Service tercapai pada bulan September, jauh lebih cepat dibandingkan dengan target," kata Andre dalam keterangan persnya, Selasa (22/11).

Pencapaian ini, kata Andre, didorong oleh fokus untuk memberikan produk terbaik kepada pelanggan loyal serta kedisiplinan Perseroan dalam mengelola beban usaha secara efisien. Sebagai contoh, perluasan layanan GoPay Coins secara langsung mendorong rasionalisasi beban promosi sekaligus memberikan apresiasi bagi konsumen yang terus menggunakan layanan GoTo.

"Perbaikan margin usaha sejalan dengan pertumbuhan pendapatan Perseroan, yang menunjukkan resiliensi bisnis kami dan kekuatan perekonomian Indonesia. Capaian kinerja keuangan dan operasional pada kuartal ini menegaskan bahwa Perseroan berada di jalur pertumbuhan yang tepat sebagai ekosistem digital terbesar di Indonesia," ungkap dia.

Jacky Lo, Direktur Keuangan Grup GoTo menyampaikan bahwa perseroan telah mengambil berbagai langkah untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mempercepat pencapaian target-target pertumbuhan dan profitabilitas. Hasilnya, Perseroan mencatatkan pertumbuhan secara konsisten.

"Total Nilai Transaksi (GTV) tumbuh 33 persen dibanding tahun sebelumnya mencapai Rp161 triliun, dan pendapatan bruto tumbuh 30 persen dibanding tahun sebelumnya mencapai Rp5,9 triliun. Pada saat yang sama, EBITDA Grup yang disesuaikan pada kuartal ini tercatat 44 basis poin lebih baik dibanding kuartal sebelumnya," jelas dia.

Di sisi lain, Grup GoTo baru saja melakukan PHK Karyawan sebanyak 1300 orang. Alasan mereka adalah untuk mendukung percepatan pertumbuhan perusahaan. Pada akhir kuartal kedua 2022, GoTo mengklaim berhasil melakukan penghematan biaya struktural sebesar Rp 800 miliar dari berbagai aspek penghematan, seperti teknologi, pemasaran dan outsourcing.

"Namun demikian, untuk lebih jauh bernavigasi di tengah kondisi ekonomi global yang semakin penuh tantangan, GoTo harus fokus pada hal-hal yang berada dalam kendali perusahaan. Hal ini termasuk mengambil keputusan sulit untuk melakukan perampingan karyawan sejumlah 1.300 orang atau sekitar 12% dari total karyawan tetap Grup GoTo," jelas Andre. [faz]