Kinerja menteri dari Demokrat bikin jeblok dukungan partai

MERDEKA.COM,

Para pendukung Anas Urbaningrum mulai bersuara terkait menurunnya elektabilitas partai Demokrat. Menurut Ketua DPP Bidang Tanggap Darurat Partai Demokrat Umar Arsal jebloknya suara Demokrat juga disebabkan kinerja pemerintah.

Umar beranggapan kinerja pemerintahan pun menjadi faktor penting dalam pengaruh buruknya elektabilitas partai Demokrat.

"Faktor kinerja pemerintahan juga, terutama menteri dari Demokrat, apalagi kedudukan Menpora sekarang, banyaklah, jangan dikambing hitamkan seseorang," tegas Umar di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (7/2).

Anggota Komisi V DPR ini juga berpendapat, suatu hal yang tidak wajar apabila hanya karena hasil survei, lantas Ketua Umum harus dilengserkan. Menurut Umar tersebut tidak terjadi di partai lain.

"Lihat PKS, PAN terjun bebas juga. Tapi partai tidak sikapi dengan emosional. Hal ini wajar, mesti disikapi dengan kerja keras. PAN tidak ada yang minta Hatta turun, Hanura tidak ada yang minta Wiranto turun," terangnya.

Oleh sebab itu, dia menilai, penurunan elektabilitas partai bukan disikapi dengan menurunkan ketua umum. Melainkan dilakukan dengan kerja keras.

Dia juga yakin bahwa Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan bersikap arif dan bijaksana dalam menentukan sikap serta mengambil keputusan atas persoalan ini. Termasuk tidak akan melengserkan Anas dari kursi ketua umum.

"Saya yakin beliau taat dengan asas santun, dia pendiri Demokrat pasti akan mengambil putusan yang baik, duduk bersama Anas, membicarakan DPD DPP, dalam waktu dekat menyikapi turunnya elektabilitas partai," tandasnya.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.