Kinerja terdampak pandemi, Garudafood optimis bisnis membaik pada 2021

Budi Suyanto
·Bacaan 2 menit

Emiten konsumer PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) optimistis bisnis makanan dan minuman akan membaik pada 2021.

Direktur Utama Garudafood Hardianto Atmadja mengatakan, pandemi COVID-19 memberikan dampak yang cukup signifikan pada seluruh sektor industri, salah satunya industri makanan dan minuman sehingga saat ini bisnis perusahaan belum dapat pulih seperti sedia kala. Hal itu tercermin pada kinerja Garudafood, dimana penjualan pada semester I 2020 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

"Namun, kami berharap perekonomian di 2021 dapat berangsur membaik sehingga bisnis Garudafood dapat bertumbuh di tahun 2021. Kami tetap optimis dan cermat untuk menangkap setiap peluang dalam mengembangkan bisnis Garudafood salah satunya melalui open collaboration strategy," ujar Hardianto dalam pernyataan di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Garudafood luncurkan camilan baru kolaborasi dengan mitra global

Adapun kinerja Garudafood pada semester I 2020 menunjukkan adanya tren perlambatan penjualan sebagai dampak pandemi. Dalam laporan keuangan Garudafood periode Juni 2020, tercatat bahwa perusahaan mengalami penurunan penjualan bersih sebesar 8,38 persen menjadi Rp3,91 triliun dari periode sama di tahun sebelumnya Rp4,27 triliun.

Sedangkan laba bersih terkoreksi 49,77 persen menjadi Rp115 miliar dari periode Juni tahun lalu Rp229 miliar. Total aset tumbuh sebesar 8 persen atau sebesar Rp5,47 triliun yang terdiri atas total liabilitas sebesar Rp2,87 triliun dan total ekuitas sebesar Rp2,59 triliun.

Untuk itu, di penghujung 2020, Garudafood merealisasikan rencana aksi korporasinya yaitu pengambilalihan 55 saham PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) pada 14 Oktober 2020 lalu.

Total transaksi senilai Rp953,7 miliar dengan jumlah saham seluruhnya 825 juta saham.

Baca juga: Perusahaan makanan ini tularkan kiat bisnis ke milenial

PT Mulia Boga Ratmya Tbk merupakan produsen dalam industri pemrosesan keju dengan merk keju “Prochiz” yang sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia melalui berbagai varian produknya yakni Prochiz Cheddar, Prochiz Gold Cheddar, Prochiz Slice, Prochiz Gold Slice, Prochiz Easy Melt, Prochiz Spready yang cocok sebagai selai pada roti serta Prochiz Mayo yaitu mayonaise untuk salad dressing maupun pendamping makanan lainnya.

Melalui akuisisi ini, laporan keuangan Garudafood akan dikonsolidasikan dengan Mulia Boga Raya yang akan berdampak pada peningkatan laba dan penjualan Garudafood.

"Ke depannya, Garudafood akan mensinergikan bisnis keduanya dalam hal kegiatan operasional seperti pengembangan produk, aktivitas marketing hingga end-to-end supply chain. Serta menerapkan strategi komplementer untuk pengembangan dan perluasan jaringan usaha baik di domestik maupun internasional," kata Hardianto.

Sebelumnya, strategi open collaboration juga dilakukan Garudafood dengan menggandeng partner global yang telah sukses mengembangkan merek Bugles melalui produk Garuda O’Corn yang merupakan produk inovatif sebagai salah satu cara me-leverage brand Garuda ke kategori non-peanut.

Sepanjang 2020, Garudafood tercatat telah merilis produk baru pada dua kategori berbeda yaitu Chocolatos Milk Drink dalam kemasan Tetra Pak untuk kategori dairy serta Garuda Potato dan Garuda O’Corn di kategori snack.