Kini Giliran Bos Perusahaan Bentukan ACT Diperiksa Terkait Dana Korban Lion Air

Merdeka.com - Merdeka.com - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) terus mengusut kasus dugaan penyelewengan dana yang berada di Aksi Cepat Tanggap (ACT). Kali ini, polisi memeriksa seorang saksi atas perkara itu.

"Ada, pemeriksaan atas nama Hariyana Hermain sebagai pengurus ACT & Senior Vice President Operasional Global Islami Philantrophy (bentukan ACT)," kata Kasubdit IV Dit Tipideksus Bareskrim Polri Kombes Andri Sudarmaji, Jumat (23/7).

Ia menjelaskan, pemeriksaan terhadap pengurus ACT & Senior Vice President Operasional Global Islami ini masih terkait dengan dugaan penyimpangan dana dari Boeing.

"Masih sama, terkait penyimpangan dana dari Boeing & donasi lainnya oleh Yayasan ACT," jelasnya.

Sebagai informasi, dugaan penyelewengan dana oleh pengurus Yayasan ACT terjadi saat penyaluran bantuan kepada ahli waris korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 yang terjadi pada 2018.

Dugaan penyimpangan ini disebut dilakukan mantan Presiden ACT Ahyudin dan Presiden ACT Ibnu Khajar. Mereka diduga menggunakan dana bantuan untuk kepentingan pribadi.

Bahkan, status penanganan kasus ini sudah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan. Dengan begitu, cepat atau lambat bakal ada penetapan tersangka.

Peningkatan status kasus ini berdasarkan hasil gelar perkara. Polisi beranggapan di kasus ini telah terjadi tindak pidana. [ded]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel