Kini giliran layanan gaming awan Stadia

San Francisco (AFP) - Google bertekad mengubah dunia video game dengan layanan Stadia miliknya yang dibuat untuk memungkinkan orang-orang mengakses game berkualitas konsol semudah mereka mengirimkan email.

Meluncurkan Stadia pada Selasa, raksasa internet ini membidik sepotong industri video game global yang tahun ini diperkirakan mencapai 150 miliar dolar AS, dengan menggunakan teknologi komputasi awan miliknya yang menawarkan fitur kaya tanpa membutuhkan konsol.

Stadia mengumumkan 10 game lagi pada Senin sehingga barisannya memanjang menjadi 22 game yang sampai akhir tahun ini dijanjikan lebih banyak lagi.

Bulan lalu Google menjual habis kit "Founder's Edition", yang dihargai 129 dolar AS. Beberapa orang yang memesan kit Stadia menggerutu secara online bahwa mereka belum menerima perangkat keras tersebut yang mereka butuhkan untuk memakai layanan ini.

Setiap kit berisi sebuah pengontrol Stadia dan sebuah perangkat penghubung nirkabel Ultra Chromecast berbentuk liontin yang dihubungkan ke perangkat televisi.

Game-game Stadia juga dapat dimainkan dengan menggunakan piranti lunak peramban web Google Chrome di komputer dan juga dengan menggunakan smartphone Pixel buatan Google mulai dari generasi kedua dan seterusnya.

Berlangganan Stadia Pro, dengan harga 10 dolar AS per bulan di AS, akan tersedia di 14 negara Amerika Utara dan Eropa.

Pelanggan dapat membeli game yang akan dihosting di pusat data Google, tetapi beberapa game gratis bakal tersedia untuk pelanggan, dimulai dari "Destiny 2: The Collection."

Stadia pada smartphone awalnya akan bekerja dengan koneksi WiFi ketimbang mengandalkan layanan telekomunikasi seluler.

Bermain game tanpa jeda atau gangguan adalah sangat penting untuk seorang gamer, dan koneksi internet yang cacat dapat membuat frustrasi. Kecepatan internet juga akan menentukan seberapa kaya grafis dalam game.

Beberapa fitur yang dijanjikan seperti integrasi dengan YouTube tidak akan tersedia saat peluncuran nanti.

Google tampaknya bertekad membuat Stadia sukses, kata wakil presiden senior kemitraan Ubisoft, Chris Early.

Raksasa video game Prancis ini telah bekerja sama dengan Google dan game-gamenya termasuk di antara yang masuk layanan ini.

"Dari apa yang saya lihat, rencana mereka sangat dalam; mereka sangat bagus, dan mereka sangat banyak berinvestasi," kata Early.

Dia memperkirakan periode waktu peluncuran yang lama di mana Google menambah kuat Stadia.

Stadia bertujuan memimpin cara hosting judul di pusat data dengan memungkinkan orang menggunakan gadget apa pun yang mereka inginkan demi mengakses permainan sekualitas konsol.

Veteran teknologi AS, Microsoft, telah menguji platform game online Project xCloud yang rencananya tahun depan akan tersedia pada komputer pribadi bersistem operasi Windows.

Sony Interactive Entertainment memiliki layanan PlayStation Now yang menggabungkan game awan dan unduhan game yang disinkronkan ke konsol generasi terbaru dan komputer pribadi bersistem operasi Windows.

Langkah Google ini hadir setelah peluncuran layanan game mobile Apple Arcade, yang menawarkan aplikasi game khusus yang diunduh ke perangkat. Pesaing Google Play Pass berharga langganan bulanan 4,99 dolar AS, sama dengan Arcade yang fokus kepada game untuk perangkat-perangkat Apple bersistem operasi iOS.