Kini Muncul COVID Tongue, Seperti Apa Gejalanya?

·Bacaan 2 menit

VIVA – Beberapa hari belakangan ini, jumlah COVID-19 di tanah air mengalami peningkatan yang signifikan. Hari ini saja tercatat ada 13.695 kasus COVID-19, sehingga total kasus COVID-19 di tanah air mencapai 1.037.993 kasus.

Meningkatnya kasus COVID-19 di tanah air membuat masyarakat semakin waspada, termasuk mencari tahu gejala dari COVID-19. Diketahui bahwa, gejala khas dari COVID-19 ini adalah demam, batuk, hingga gangguan pernafasan.

Namun seiring berjalannya waktu, gejala COVID-19 semakin beragam. Yang terbaru kini muncul COVID Tongue. Lantas seperti apa itu COVID Tongue atau COVID pada lidah?

Dilansir dari laman Sciencealert, para peneliti menemukan bahwa satu dari empat pasien virus korona memperhatikan perubahan pada lidah mereka.

Beberapa gejala COVID Tongue ini meliputi pembengkakan, luka, benjolan di permukaan lidah, lekukan, dan atau bercak yang berubah warna. Sebagian kecil pasien juga melaporkan sensasi rasa terbakar di mulut mereka.

Penemuan ini berdasarkan pengamatan dari 666 pasien COVID-19 dan pneumonia ringan atau sedang di sebuah rumah sakit lapangan di Spanyol. Gejala-gejala tersebut sering dikombinasikan dengan pasien yang kehilangan indera perasa, yang telah muncul sebagai tanda virus yang semakin umum.

Belum jelas apakah gejala ini bisa meluas. Karena pasien yang termasuk dalam penelitian ini memiliki kasus infeksi sedang. Sehingga para peneliti tidak yakin apakah gejala ini, yang dijuluki "COVID Tongue", mungkin juga memengaruhi orang dengan virus corona parah, atau mereka dengan kasus yang lebih ringan.

Meski infeksi virus diketahui menyebabkan gejala di mulut dan lidah, belum banyak data tentang fenomena ini pada pasien COVID-19. Itu mungkin sebagian karena para ahli medis menghindari menghabiskan terlalu banyak waktu penelitian di mulut pasien karena masalah keamanan tentang virus yang sangat menular.

Penemuan baru ini dipresentasikan pada 26 Januari, tetapi pertama kali dipublikasikan pada September di British Journal of Dermatology.

Ruam kulit juga terkait dengan COVID-19, tetapi ada banyak hal yang tidak kita ketahui. Studi ini juga menemukan bahwa sekitar 40 persen pasien mengalami masalah kulit di telapak tangan atau telapak kaki mereka. Gejala ini termasuk sensasi terbakar, kemerahan, kulit mengelupas, dan benjolan kecil.

Sekitar satu dari sepuluh pasien juga mengalami ruam. Penelitian sebelumnya juga menemukan infeksi virus corona dapat memengaruhi tangan, kaki, dan kulit. Pada Mei, ahli kulit melaporkan pasien dengan jari kaki merah, bengkak, dan ruam yang terkait dengan COVID-19.

Dan "long haulers" atau orang dengan gejala yang berkepanjangan, juga telah melaporkan kondisi kulit, yang mungkin merupakan tanda peradangan yang disebabkan oleh virus.

Penelitian ini bercampur tentang seberapa umum virus corona menyebabkan ruam dan gejala dermatologis lainnya. Studi terbaru ini menemukan lebih banyak contoh gejala yang berhubungan dengan kulit daripada banyak penelitian sebelumnya, jadi mungkin ada faktor lain yang terlibat.

Para ilmuwan juga tidak sepenuhnya memahami kapan jenis gejala ini cenderung muncul, jadi pada saat ini, jadi sulit untuk mengetahui apakah mereka dapat membantu memprediksi kasus yang lebih parah atau kasus jangka panjang COVID-19.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel