Kiper Senior Aditya Harlan Berharap Kompetisi Berjalan Bedampingan dengan Perbaikan Sepak Bola Indonesia

Bola.com, Jakarta - Kiper senior Barito Putera, Aditya Harlan berharap perbaikan internal PSSI bisa berjalan beriringan dengan kompetisi Liga 1 2022/2023.

Pasalnya, Aditya Harlan menilai jika kompetisi terlalu lama berhenti akan berdampak negatif bagi perkembangan sepak bola Indonesia.

Khususnya pembinaan pemain muda mengingat kompetisi yang dihentikan bukan hanya Liga 1 dan Liga 2 saja, namun Liga 3 pun terhenti.

Pasca tragedi Stadion Kanjuruhan 1 Oktober lalu, kompetisi semua kasta di Indonesia sudah terhenti selama satu bulan. Memasuki bulan November, belum ada tanda-tanda kompetisi akan dilanjutkan.

 

Lanjutnya Kompetisi Sangat Penting

Kiper Barito Putera, Aditya Harlan, saat laga ujicoba melawan Persija Jakarta di Stadion Bea Cukai, Jakarta, Selasa (5/4/2016). Kedua tim bermain imbang 2-2. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)
Kiper Barito Putera, Aditya Harlan, saat laga ujicoba melawan Persija Jakarta di Stadion Bea Cukai, Jakarta, Selasa (5/4/2016). Kedua tim bermain imbang 2-2. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Publik, kini sibuk meminta PSSI menggelar Kongres Luar Biasa (KLB). Kini PSSI mulai melunak dan rencananya akan menggelar KLB secepatnya tergantung dari balasan surat yang mereka kirim ke FIFA.

"Saya setuju usulan itu, kompetisi berjalan berdampingan dengan perbaikan sepak bola. Karena bagaimanapun, kompetisi ini sangat penting untuk pembinaan," kata Aditya Harlan kepada Bola.com, Senin (31/10/2022).

"Kan pemain timnas muncul dari kompetisi yang berjalan. Dan paling penting, disaat masa sulit setelah pandemi ini, sepak bola bisa menjadi alternatif hiburan masyarakat dan bisa menjadi ladang usaha bagi UMKM," lanjutnya.

 

Opsi Lanjutan Liga 1

Untuk format kompetisi, pemain kelahiran Jakarta ini mengatakan ada beberapa solusi yang bisa dilakukan PSSI atau operator kompetisi agar kompetisi tetap jalan.

Kata Aditya, solusi pertama adalah tanpa penonton dan tetap memakai format yang sudah dijalankan away ke kandang tim lawan. Atau, bisa meniru format kompetisi di masa pandemi yang lalu, yakni terpusat di satu daerah atau bubble to bubble.

"Bisa tanpa penonton, atau kaya kemarin bubble to bubble. Yang penting, kompetisi ini berjalan sampai selesai. Mungkin, semua pemain, dan juga suporter pasti sepakat kalau tanpa penonton dulu sampai perbaikan sepak bola selesai," ungkapnya.

 

 

 

 

Tidak Ada yang Mengira

Kiper Barito Putera, Aditya Harlan, saat laga ujicoba melawan Persija Jakarta di Stadion Bea Cukai, Jakarta, Selasa (5/4/2016). Kedua tim bermain imbang 2-2. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)
Kiper Barito Putera, Aditya Harlan, saat laga ujicoba melawan Persija Jakarta di Stadion Bea Cukai, Jakarta, Selasa (5/4/2016). Kedua tim bermain imbang 2-2. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Tragedi Stadion Kanjuruhan, menurut Aditya Harlan tidak ada yang bakal mengira hal itu bisa terjadi hingga menewaskan 135 suporter.

Stakeholder sepak bola Indonesia menurut Aditya Harlan wajib mendukung langkah pengusutan tuntas kejadian itu, agar kedepannya tidak ada lagi kejadian serupa.

Kata Aditya, sepak bola Indonesia sangat berduka dengan kejadian itu, maka sudah sepatutnya langkah-langkah tepat dilakukan.

Tujuannya untuk menuntaskan pengusutan kejadian itu agar sepak bola Indonesia kedepannya benar-benar berjalan tanpa rasa khawatir akan timbulnya korban di stadion.

"Saya dan keluarga besar menyampaikan duka yang mendalam kepada keluarga korban tragedi Stadion Kanjuruhan," ujar Aditya Harlan.

"Kita berdoa, semoga kejadian serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang, agar tidak ada keluarga yang bersedih karena sepak bola. Al-Fatihah untuk semua korban," Aditya Harlan mengakhiri pembicaraan.

Yuk Lihat Peta Persaingan