KIPI: 27 Orang Meninggal Setelah Vaksinasi Sinovac, Penyebabnya karena Penyakit

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Hindra Irawan Satari mengungkap 27 orang meninggal setelah menjalani vaksinasi Covid-19 menggunakan Sinovac. Namun, kematian itu disebabkan oleh penyakit lain.

"Sekarang yang meninggal itu dari Sinovac ada 27," ujar Hindra dalam rapat dengan Komisi IX DPR RI, Kamis (20/5).

Hindra menjelaskan, 10 dari 27 orang meninggal karena terpapar Covid-19, 14 orang terkena penyakit jantung dan pembuluh darah. Satu orang disebabkan gangguan fungsi ginjal secara mendadak. Dua orang karena penyakit diabetes dan hipertensi.

"Dari 27 itu 10 orang karena terinfeksi Covid-19, 14 orang karena jantung dan pembuluh darah, satu orang karena gangguan fungsi ginjal secara mendadak, dua orang diabetes militus dan hipertensi yang tidak terkontrol," ujar Hindra.

Semua yang Meninggal Terdiagnosis

Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada tenaga kesehatan saat vaksinasi massal di Poltekkes Kemenkes Jakarta 1, Pondok Labu, Jakarta, Minggu (31/1/2021). Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta menargetkan vaksinasi 1.000 peserta setiap lokasi penyuntikan. (merdeka.com/Arie Basuki)
Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada tenaga kesehatan saat vaksinasi massal di Poltekkes Kemenkes Jakarta 1, Pondok Labu, Jakarta, Minggu (31/1/2021). Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta menargetkan vaksinasi 1.000 peserta setiap lokasi penyuntikan. (merdeka.com/Arie Basuki)

Temuan itu didapat dari data yang ada. Yaitu berupa hasil pemeriksaan, rontgen, pemeriksaan lab, CT scan.

"Kenapa kami bisa membuat diagnosis itu karena datanya lengkap, diperiksa dirawat, dironsen, periksa lab CT scan jadi dapat diagnosisnya. Dari tadi yang ribuan tadi, yang meninggal 27 dan semua ada diganosisnya dan semua tertangani," kata Hindra.

Reporter: Ahda Bayhaqi

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel