Kiprah Jenderal Sigit, dari Penjaga Kampung Jokowi hingga Jadi Kapolri

Bayu Nugraha
·Bacaan 2 menit

VIVA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjadi Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Rabu, 27 Januari 2021.

Jenderal Listyo Sigit resmi dilantik jadi orang nomor satu Korps Bhayangkara usai menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test di DPR RI pada Rabu, 20 Januari 2021.

Nama Listyo tak asing lagi untuk Jokowi, bisa dibilang dia adalah orang terdekat Jokowi karena pernah menjadi Kapolres di kampung halaman Jokowi yakni Solo, Jawa Tengah.

Karier Listyo Sigt sangat moncer. Tak butuh waktu lama, dia menyabet bintang tiga di pundaknya dalam usia 51 tahun dan melangkahi angkatan seniornya yang masih bintang dua.

Dari catatan VIVA, Listyo Sigit sering mendapat jabatan dinas di daerah Jawa Tengah. Listyo pertama menjabat sebagai Kepala Bagian Pengendalian Personel Biro Personel Polda Metro Jaya, kemudian Kepala Kepolisian Resor Pati tahun 2009, Kapolres Sukoharjo tahun 2010.

Selanjutnya dia pernah menjadi Wakapolres Semarang, Kapolres Surakata (Solo) tahun 2011. Usai menjaga kampung halaman Jokowi, Listyo dipindahkan dan naik jabatan di Kasubdit II Dittipidum Bareskrim Polri tahun 2012.

Selanjutnya pindah tugas menjadi Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Tenggara tahun 2013, Ajudan Presiden Presiden Jokowi tahun 2014.

Kariernya meroket, dua tahun menjadi ajudan Jokowi, Listyo mendapat jabatan baru yakni jadi Kapolda Banten tahun 2016. Dua tahun kemudian dia menjadi Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri tahun 2018. Kemudian menjadi Kepala Badan Reserse Kriminal Polri dari tahun 2019 hingga 2021. Kini terpilih menjadi Kapolri.

Pria kelahiran Ambon Maluku 5 Mei 1969 ini bersinar saat muncul dalam pengumuman penetapan status tersangka Habib Rizieq Shihab di Polda Metro pada Desember 2020 kemarin.

Awal menjabat sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, lulusan Akademi Kepolisian tahun 1991 ini dan jajarannya langsung menangkap dua orang pelaku penyiram air keras ke penyidik KPK, Novel Baswedan.

Dia juga yang menangkap buronan terpidana kasus hak tagih (cassie) Bank Bali, Djoko Tjandra pada 30 Juli 2020. Bahkan, dalam hal ini, Listyo memimpin langsung tim ke Malaysia guna menangkap Djoko Tjandra.

Namun, Listyo diterpa isu oleh anak buahnya sendiri, Irjen Napoleon Bonaparte, mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Polri, selaku terdakwa kasus korupsi pengurusan penghapusan red notice Djoko S Tjandra.

“Faktanya saya tak pernah ragu usut tuntas kasus Djoko Tjandra. Siapa pun yang terlibat, kami usut tanpa pandang bulu. Kalau kami terlibat kan logikanya sederhana, tak mungkin kami usut sampai ke akar-akarnya,” kata Listyo pada waktu itu.

Kini, Listyo diamanatkan menjadi orang nomor satu di Polri dan memimpin ratusan ribu personel Polri. Sejumlah janji pun telah ia lontarkan saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan beberapa waktu lalu. Dalam pemaparannya, Listyo punya sejumlah program kerja kebijakan untuk memimpin institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) ke depan. Setidaknya, ada delapan komitmen calon kapolri yang disebut dengan 'Presisi'.

Baca juga: Dilantik Jokowi, Ini Sederet Janji Kapolri Jenderal Listyo Sigit