Kiprah Suzuki di Dunia Balapan dari Masa ke Masa

Xaveria Yunita
·Bacaan 4 menit

Kegembiraan sontak meledak di markas pabrikan Jepang tersebut. Suzuki berhasil mendobrak dominasi Yamaha dan Honda yang berlangsung selama bertahun-tahun.

Kini mereka menjadi penantang juara dunia konstruktor 2020 bersaing dengan Ducati. Keduanya mengoleksi 201 poin. Berikut perkembangan Suzuki dari masa ke masa dikutip dari situs resmi tim.

Produsen otomotif yang didirikan Michio Suzuki mulai berpartisipasi di ajang balap pada era 1960-an atau delapan tahun sejak mengembangkan sepeda motor. Mereka mencoba mengadu peruntungan di Isle of Man’s Tourist Trophy pada 1960. Targetnya hanya menyelesaikan lomba.

Butuh dua tahun untuk merebut gelar juara perdana. Ernst Degner menunggangi RM62 berhasil mendominasi di kelas 50cc di kejuaraan yang sama. Pria Jerman Timur tersebut tak cuma jadi pembalap saja. Berbekal pengetahuan luas soal mesin, ia turut mengembangkan motor dua tak.

Suzuki kemudian merekrut Hugh Anderson di akhir putaran musim 1962. Meski berlatar belakang sebagai pemain rugby, ia dapat belajar cepat dan menghadiahkan kemenangan pertama dalam kategori 125cc. Pembalap Selandia Baru tersebut merayakan titel di Autodromo Oscar Alfredo Galvez, Buenos Aires, Argentina.

Anderson lantas didapuk jadi tumpuan dan melaju di kelas 50 cc atau 125 cc. Ia memimpin level tersebut antara 1963-1965 sekaligus mempersembahkan gelar konstruktor. Prestasi yang menjadikannya seorang legenda bagi pabrikan tersebut.

Ada satu nama lain yang mewarnai balapan pada 1963, yakni Mitsuo Itoh. Development engineer itu berjasa mengembangkan setelan motor kompetitif selain membalap. Ia pun jadi pembalap Jepang pertama, mungkin satu-satunya, yang menaklukkan trek Isle of Man TT.

Baca Juga:

Titel Juara Dunia Joan Mir dalam Angka

Setelah pamor Anderson meredup, Suzuki mendorong Hans-Georg Anscheidt untuk lebih maju. Dengan motor RK66, prototipe motor dua silinder, ia mempertahankan predikat juara dalam kurun waktu 1966-1968. Ketika era rider Jerman itu berakhir, kompatriotnya Dieter Braun muncul dan mengukir prestasi maksimal di Kejuaraan Dunia 125cc pada 1970.

Beragam pencapaian apik tersebut melecut Suzuki untuk lebih serius membuat motor dengan kapasitas lebih besar. Dalam tempo setahun, konstruktor melihat prospek cerah di kelas 500cc ditandai dengan kemenangan perdana pembalap Australia, Jack Findlay, pada 12 Agustus 1971.

Rupanya itu hanya gebrakan sesaat karena mereka tak mampu berbicara dalam persaingan. Fokus mempersiapkan motor kencang dan mencari pembalap jempolan.

Rider muda Inggris, Barry Sheene, tiba seperti puting beliung di balapan motor. Ia sangat populer di dalam dan luar lintasan karena karakter dan gaya hidupnya.

Pada 1976, sang pembalap menyandang predikat juara dunia 500cc pada 1976, ketika mengendarai RG500. Ketangguhan berlanjut pada tahun berikutnya.

Suzuki mulai melebarkan sayap ke Italia dengan mendatangkan Marco Lucchinelli dan Franco Uncini. Rider berjuluk Crazy Horse menyegel gelar juara dunia 500 cc pada 1981. Kemudian, giliran Uncini bersinar setahun kemudian. Setelah merangkai lima podium teratas, dia dinobatkan sebagai penguasa kategori itu pada 1982.

Tim yang bermarkas di Hamamatsu sempat mati suri setelah itu. Baru pada 1993, mereka bangkit sepenuhnya.

Kevin Schwantz mengukir sejarah dengan melibas Yamaha dan Wayne Rainey di Kejuaraan Dunia 500cc 1993. Ia mengendarai RGV-500 pada 1993 dan sering menarik gas dalam-dalam. Sebisa mungkin pembalap Texas tersebut tidak menginjak rem.

Kenny Roberts Jr. menjadi ikon Suzuki pada 2000. Putra Kenny Roberts menyabet empat kemenangan di Kejuaraan Dunia 2000 dan menyingkirkan Valentino Rossi dari persaingan. Titel keenam di kelas premier mengakhiri paceklik tujuh tahun.

Baca Juga:

Galeri Foto: Selebrasi Gelar Juara Joan Mir

Pada 2002, kompetisi tersebut berganti label jadi MotoGP dengan perubahan kapasitas motor 1000cc dan 4 tak. Chris Vermeulen dari Rizla Suzuki menciptakan sejarah di bawah guyuran hujan Le Mans pada 2007. Ia menghadiahkan kemenangan pertama.

Setelah menuntaskan jeda selama 2011 hingga 2015, mereka muncul lagi dan mengusung nama Suzuki Ecstar. Tim mengecap podium tertinggi pertama pada 2016 berkat Maverick Vinales.

Kesulitan untuk finis terdepan secara rutin menumbuhkan tekad manajemen untuk merakit mesin dan motor kencang. Seleksi talenta terbaik dari level lebih rendah dilakukan.

Dua rider Spanyol, Alex Rins dan Joan Mir, dipasangkan pada 2019. Nama pertama mampu membawa pulang poin maksimal dari Austin dan Silverstone di musim tersebut. Ia pun hanya finis di peringkat keempat klasemen akhir.

Grafik performa meningkat setahun kemudian. Kualitas Joan Mir didukung dengan GSX-RR membuatnya jadi juara dunia MotoGP 2020. Ini kado indah peringatan ulang tahun ke-100 pendirian Suzuki dan 60 tahun berkecimpung di balapan.

Daftar Pembalap Suzuki yang Jadi Juara Dunia

1962 - 50cc - Ernst Degner
1963 - 125cc - Hugh Anderson
1963 - 50cc - Hugh Anderson
1964 - 50cc - Hugh Anderson
1965 - 125cc - Hugh Anderson
1966 - 50cc - Hans-Georg Anscheidt
1967 - 50cc - Hans-Georg Anscheidt
1968 - 50cc - Hans-Georg Anscheidt
1970 - 125cc - Dieter Braun
1976 - 500cc - Barry Sheene
1977 - 500cc - Barry Sheene
1981 - 500cc - Marco Lucchinelli
1982 - 500cc - Franco Uncini
1993 - 500cc - Kevin Schwantz
2000 - 500cc - Kenny Roberts, Jr.
2020 – MotoGP – Joan Mir