Kirab pusaka ki jaga rasa di lembur pakuan Subang memukau penonton

Festival budaya "Kirab Pusaka Ki Jaga Rasa Mulang" yang digelar di Lembur Pakuan Kabupaten Subang, Jawa Barat, Sabtu malam (23/7) hingga Minggu dini hari sukses memukau ribuan warga dan pengunjung.

Salah seorang pengunjung Irman (45), mengaku merasa terhibur dengan festival tersebut. Bahkan dirinya berharap agar festival tersebut menjadi agenda rutin.

Ia mengaku sengaja datang ke Subang dari Surabaya untuk menyaksikan festival itu.

"Saya sekeluarga datang jauh-jauh dari Surabaya, sangat terhibur dan senang menyaksikan festival itu, semua berkelas. Saya harap bisa rutin, karena masyarakat rindu dengan festival megah dan tertata yang berkelas seperti ini," ujarnya.

Festival ini dimulai dengan iring-iringan atau kirab tiga kereta kencana yang dipimpin oleh kereta Ki Jaga Rasa mulai dari halaman Kantor Desa Sukasari, Kecamatan Sukasari, Subang.

Setiap kereta kencana ditarik oleh empat ekor kuda berukuran besar dan gagah yang dikendalikan oleh seorang kusir yang mengenakan pakaian ala kerajaan.

Sementara itu, anggota DPR RI Dedi Mulyadi yang merupakan inisiator festival tampil dengan pakaian dan iket serba putih. Ia naik seekor kuda besar berwarna putih tepat di belakang Ki Jaga Rasa.

Disusul kemudian dua kereta kencana lain dan iring-iringan belasan kuda yang ditunggangi oleh pria berpakaian ala kerajaan.

Usai iring-iringan kereta kencana dan penunggang kuda, peserta festival yang merupakan ragam kebudayaan Nusantara turut mengikuti hingga seluruhnya finish di Bale Pamanah Rasa yang berada di Lembur Pakuan yang berjarak sekitar satu kilometer.

Sesampainya di Bale Pamanah Rasa, iring-iringan peserta festival tampil menghibur warga yang sudah antusias datang sejak siang hari.

Pertunjukan seni mulai dari genye, surak Ibra, degig, sisingaan, kuda renggong, ondel-ondel, reog ponorogo, tari topeng hingga drama tari dari Bali sukses menghipnotis mata penonton.

Setelah dihibur oleh sejumlah pertunjukan seni budaya tersebut festival dilanjutkan dengan acara puncak yakni masuknya Ki Jaga Rasa dan dua kereta kencana lainnya ke Bale Pamanah Rasa.

Tiga kereta kencana yang semula ditarik oleh kuda itu dilepas. Kemudian kereta diarak dan didorong oleh sejumlah orang dengan diiringi penari hingga akhirnya masuk ke Bale Pamanah Rasa.

Hal tersebut sesuai dengan tema festival yang bertajuk Ki Jaga Rasa Mulang atau dalam bahasa Indonesia berarti Ki Jaga Rasa Pulang ke Bale Pamanah Rasa di Lembur Pakuan.
Baca juga: Disparbud Jabar tetapkan 37 warisan tak benda untuk 2022
Baca juga: 13 kesenian Jabar jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia
Baca juga: Gubernur Jabar apresiasi opera Ciung Wanara libatkan generasi muda

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel