Kirim Uang ke Luar Negeri Kini Makin Mudah dengan BNI Mobile Banking

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pandemi Covid-19 telah membuat masyarakat lebih banyak beraktivitas dari rumah, termasuk melakukan transaksi keuangan. Nasabah pun semakin mengandalkan aplikasi mobile banking di smartphone untuk memenuhi kebutuhannya akan layanan perbankan.

Akan tetapi, untuk dapat mengirimkan uang ke bank-bank luar negeri, nasabah masih diharuskan untuk mengunjungi kantor cabang bank.

Melihat hal tersebut, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menambahkan layanan International Remittance ke dalam aplikasi BNI Mobile Banking.

Direktur Bisnis Konsumer BNI Corina Leyla Karnalies mengatakan saat ini BNI merupakan pioner untuk layanan International Remittance melalui aplikasi BNI Mobile Banking. Kiriman uang dapat ditujukan ke semua bank yang ada diseluruh dunia yang tergabung dalam jaringan SWIFT. Inovasi layanan ini merupakan bagian dari program 365 Hari Untuk Indonesia dari Kementerian BUMN.

Sebelumnya Menteri BUMN RI Erick Thohir telah mengatakan bahwa BNI akan Go Global dengan fokus pada International Banking.

"Layanan ini memiliki sistem otomatis sehingga tidak membutuhkan proses manual dari petugas bank serta telah dilengkapi layanan tracking melalui fitur SWIFT GPI. Instruksi kiriman uang dapat dilakukan 24/7 dengan layanan proses same day service. Tarif yang ditawarkan sangat kompetitif dibandingkan dengan transaksi yang dilakukan melalui kantor cabang guna mendorong nasabah agar bertransaksi secara digital. Limit harian dari layanan ini adalah Rp 50 juta per hari," ujar Corina.

Corina juga mengatakan bahwa kebutuhan akan layanan International Remittance ini tidak hanya datang dari nasabah korporasi saja, tetapi juga dari nasabah perorangan. Hal ini mendorong BNI untuk terus berinovasi, salah satunya melalui digitalisasi layanan international remittance yang bertujuan untuk semakin mempermudah nasabah dalam melakukan transaksi.

“Saat ini layanan International Remittance pada BNI Mobile Banking banyak digunakan oleh nasabah yang terbagi dalam beberapa profil seperti misalnya para pengusaha yang mengirimkan pembayaran barang kepada partner usahanya di luar negeri. Selain itu ada juga para orang tua yang mengirimkan uang untuk anaknya yang sedang kuliah di luar negeri serta Warga Negara Asing (WNA) di Indonesia yang mengirimkan uang untuk keluarganya di negara masing-masing,” ujar Corina.

Di samping itu, BNI melalui Kantor Cabang Luar Negeri di 6 negara juga memiliki peran aktif bagi kebutuhan perbankan masyarakat Indonesia yang menjadi diaspora di luar negeri.

Kantor Cabang BNI di Singapura, Hong Kong, Seoul, Tokyo, New York dan London telah memfasilitasi pembukaan rekening melalui e-form yang turut dibantu oleh Remittance Representative Luar Negeri BNI. Untuk melengkapi layanan kepada diaspora Indonesia di luar negeri, BNI juga telah menempatkan mesin ATM di Singapura dan Hong Kong.

Ada Pandemi, Transaksi BNI Mobile Naik 80,4 Persen di Kuartal III 2020

Kantor Cabang Luar Negeri (KCLN) PT BNI (Persero) Tbk. (Dok BNI)
Kantor Cabang Luar Negeri (KCLN) PT BNI (Persero) Tbk. (Dok BNI)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mencatat kenaikan transaksi BNI Mobile pada kuartal III-2020 hingga 80,4 persen, senilai Rp 117 triliun.

Peningkatan ini tak lepas dari pergeseran perilaku konsumen yang beralih pada sistem digital selama pandemi berlangsung. Dimana masyarakat tidak memerlukan kontak fisik, sehingga dapat turut serta menekan penyebaran covid-19.

“Hingga September 2020, volume transaksi melalui BNI Mobile Banking tumbuh 80,4 persen yoy,” ujar Direktur Bisnis Konsumer BNI Corina Leyla Karnalies dalam paparan kinerja BNI kuartal III-2020, Selasa (27/10/2020).

Adapun jumlah transaksi meningkat dari 142 juta pada Kuartal 3 tahun 2019 menjadi 211 juta transaksi pada Kuartal 3 tahun 2020 atau meningkat 48,1 persen.

Kedepannya, Corina menyebutkan layanan perbankan digital akan semakin menjadi ujung tombak. “Selain untuk menghasilkan produk dan layanan keuangan digital, layanan perbankan digital juga akan dilakukan pada proses bisnis internal yang melahirkan produktivitas dan efisiensi,” kata dia.