Kisah 3 Anak Dipaksa Hisap Narkoba dan Disiksa Jika Tak Mencuri

Bayu Nugraha, Andrew Tito
·Bacaan 2 menit

VIVA – Sering kali dipukuli oleh remaja yang juga anak jalanan. RR (10) akhirnya bisa bernafas lega. Derita siksa, paksaan mencuri, hingga konsumsi narkoba tak lagi diterima, RR pun kini sedikit kembali tertawa dengan anak anak sebayanya.

Anak yatim piatu itu ditemukan di kolong tol fly over pasar pagi, Tambora, Jakarta Barat bersama kakak beradik, RM (9), dan N (5). Saat ditemukan ketiganya tampak menangis tersedu di pinggiran kolong.

“Kalau enggak maling, saya dipukulin terus,” kata RR didampingi petugas P3S Sudinsos Jakbar di Penampungan Gelandangan, Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu 11 November 2020.

Tubuh RR dipenuhi luka memar, rambut depannya sedikit pitak setelah dicukur oleh pria dewasa yang suka menyiksa.

Sesekali, mereka dipaksa untuk ngelem mengonsumsi sabu sebelum mengamen. Dengan tubuh meringkih RR hanya gemetar ketakutan.

“Di sekitar senen, aku dipukul di tempat gelap. Waktu itu aku disuruh maling, aku enggak mau, tapi abang itu mukul aku terus,” ucap RR sembari perlihatkan tangannya yang terluka setelah di siksa.

Usai dipukul membabi buta, pria dewasa yang berciri tato bintang di pelipis matanya ini memaksanya untuk mengelem, di bawah ancaman kembali disiksa, dirinya bersama N dan RM akhirnya menuruti.

Saat terkapar karena mabok, ketiganya malah ditinggalin dan sadar di kawasan Pasar Pagi. Disanalah ketiganya lantas bertemu petugas PPSU yang menyelamatkannya.

Hampir sebulan lamanya ketiga ikut sama pria yang tak diketahui namanya ini. Mereka kerap kali dipaksa nyabu saat malam, namun ketiga menolak. Siksaan kemudian harus diterima mereka.

“Aku gamau nyabu, aku mau sekolah,” ujarnya.

RM sendiri tak bisa berbuat banyak dengan kondisi ini. Menurutnya, dirinya hanya rindu dengan orang tuanya yang tinggal di Kemayoran, Jakarta Pusat. Namun untuk letak pasti rumahnya, RM tak hafal pasti.

“Aku tidak pernah main jauh,” ujarnya.

Petugas P3S, Amelia Putri mengatakan pihaknya telah mencoba mengobrol terhadap ketiganya. Dari situ, diketahui orang tua Rido telah meninggal, sementara RM dan N masih belum jelas keberadaanya.

“Yang pasti mereka tinggal di Kemayoran,” ujarnya.

Menelusuri itu, sejak siang tadi pencarian dilakukan petugas P3S. Informasi tentang si ayah yang bekerja sebagai satpam pom bensin, dan ibunya tukang kopi keliling di telusuri.

“Kalau R tak punya famili, kemungkinan untuk pembinaan ke panti sosial bina insan I kedoya,” ujarnya.

Baca juga: Suku Baduy Jadi Korban, Polisi Diminta Bongkar Sindikat Pemalsu Madu