Kisah 5 Prajurit Kopassus Tembak Mati 2 Teroris Poso di Gunung Tokasa

·Bacaan 4 menit

VIVA – Pada hari Minggu, 11 Juli 2021 sekitar pukul 03.00 Wita dini hari, lima prajurit dari satuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) kembali membuktikan kemampuannya dalam menjalankan operasi rahasia mengejar kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora di Poso, Sulawesi Tengah.

Lima orang personel pasukan elite TNI Angkatan Darat itu bergerak di keheningan malam dengan senyap dan pasti memburu kelompok bersenjata teroris yang kerap kali berbuat onar di wilayah Indonesia Timur itu.

Tidak mudah bagi aparat keamanan memburu kelompok teroris Poso itu. Kelompok Ali Kalora itu menjadikan wilayah pegunungan di Poso sebagai tempat yang sangat strategis untuk bersembunyi dan sesekali melancarkan serangannya.

Tetapi tidak bagi personel pasukan elite Kopassus yang tergabung dalam Komando Operasi Gabungan Khussus (Koopsgabssus) Tricakti. Dengan kemampuan tempur yang dimiliki di atas rata-rata, lima prajurit Korps Baret Merah itu berhasil melacak tempat persembunyian gerombolan teroris MIT pimpinan Ali Kalora di tengah hutan di wilayah Pegunungan Tokasa, Poso.

Panglima Koopsgabssus Tricakti Mayjen TNI Richard T.H. Tampubolon menjelaskan, lima prajurit Kopassus yang bergerak dibawah pimpinan Lettu Inf David Manurung telah menelusuri hutan lebat di pegunungan Tokasa, Poso selama berhari-hari.

Tim kecil itu mengikuti jejak-jejak yang ditinggalkan oleh kelompok MIT di dalam hutan belantara. Kesulitan yang sangat menonjol untuk menangkap kelompok teroris Poso itu adalah medan yang terjal dan mereka kerap berpindah-pindah untuk mengelabui aparat TNI-Polri yang melakukan pengejaran.

Keberanian lima prajurit Kopassus itu dalam menelusuri hutan rimba di Pegunungan Tokasa tidak sia-sia. Pada hari Sabtu malam, 10 Juli 2021, Tim Satgas Tricakti dibawah komando Dantim 2 Tricakti, Lettu Inf David Manurung berhasil mendeteksi camp yang disinyalir sebagai tempat persembunyian kelompok teroris Poso pimpinan Ali Kalora itu.

Lettu Inf David kemudian menginstruksikan kepada anak buahnya untuk melakukan pengendapan dengan cara merayap dengan penuh kerahasiaan untuk memastikan sejumlah orang yang berada di camp tengah hutan itu adalah kelompok teroris MIT yang kini tengah diburu oleh aparat gabungan TNI dan Polri.

Penyusupan pun dilakukan. Dengan penuh keberanian dan resiko sangat tinggi, lima personel Kopassus itu kemudian merayap secara perlahan-lahan berusaha mendekati camp tempat persembunyian kelompok Ali Kalora itu.

Sekali lagi, tidak mudah bagi siapapun untuk bergerak di tengah keheningan malam dan tidak terdengar oleh musuh. Hanya mereka yang terlatih dan teruji saja yang dapat melakukan upaya penyusupan hebat itu.

Lima personel Kopassus itu tidak gegabah melakukan serangan. Dengan penuh ketelitian dan kesiagaan, serta ditengah guyuran hujan, mereka harus mendekat ke camp kelompok teroris dengan cara merayap hingga 500 meter untuk memastikan bahwa yang berada di sebuah gubuk yang berada di tengah hutan itu adalah para buronan teroris kelompok MIT.

“Tim Tricakti berhasil mendekati camp kelompok teroris MIT secara senyap dan penuh kerahasiaan, bahkan seluruh anggota Tim harus merayap ke sasaran sejauh 500 meter sejak pukul 22.00 WITA tadi malam sampai dengan penyergapan pukul 03.00 WITA,” kata Mayjen TNI Richard Tampubolon mengisahkan.

Lettu Inf David bersama prajurit Kopassus yang lainnya pun terus melakukan pengintaian. Jarak pandang yang gelap dan buram karena hujan membuat Lettu Inf David dan pasukannya terus berupaya mendekati sasaran untuk memastikan target.

Tidak tanggung-tanggung, lima prajurit Kopassus itu berhasil menyusup hingga jarak lima meter dari camp kelompok teroris MIT. Setelah dipastikan benar bahwa di dalam tempat persembunyiannya itu terdapat lima orang teroris MIT yang tengah beristirahat, kemudian Lettu Inf David Manurung menginstruksikan kepada anak buahnya untuk melakukan penyergapan dengan membuka tembakan melumpuhkan lawan.

"Duar.. Duar.." suara tembakan pun terhempas menembus keheningan malam. Dua orang teroris anak buah Ali Kalora dikabarkan tewas dari sergapan tersebut. Mereka adalah Rukli dan Ahmad Panjang. Sementara tiga orang teroris lainnya berhasil melarikan diri setelah melontarkan tembakan balasan ke arah prajurit TNI Angkatan Darat yang datang menyerang.

“Dalam peristiwa penyergapan pagi ini ada sekitar lima orang kelompok teroris MIT sedang beristirahat, dengan tewasnya dua orang tersebut (Rukli dan Ahmad Panjang) diduga ada juga yang melarikan diri,” ujar Mayjen TNI Richard Tampubolon.

Mantan Wadanjen Kopassus itu menambahkan, dari tiga orang lainnya yang berhasil melarikan diri, diyakini ada yang terkena tembakan. Hal itu diterlihat dari jejak atau bercak darah yang ditemukan di sekitar lokasi pada hari Minggu, 11 Juli 2021 pagi.

Hingga saat ini, Mayjen TNI Richard mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pengejaran terhadap kelompok teroris pimpinan Ali Kalora menelusuri wilayah pegunungan Tokasa yang menjadi tempat persembunyian mereka.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel