Kisah Alisher Usmanov, Oligarki Muslim Rusia Berharta Rp225 Triliun

Dusep Malik, Fajria Anindya Utami
·Bacaan 3 menit

Seorang oligarki muslim Rusia, Alisher Usmanov turut menjadi orang terkaya di dunia. Menurut Forbes, harta kekayaan taipan yang memulai bisnisnya dari menjual kantong plastik ini mencapai US$16 miliar atau setara Rp225 triliun. Setelahnya, ia mulai menimbun banyak uang melalui investasi, dan meningkatkan asetnya dengan memanfaatkan investasinya di beberapa perusahaan infrastruktur.

Usmanov juga turut menginvestasikan penghasilannya di perusahaan pertambangan, kayu, dan elektrometalurgi, dan kemudian memperoleh saham dalam bisnis yang melibatkan penerbitan, telepon seluler, layanan broadband, dan sebagainya.

Usmanov lahir di Uzbekistan di kota provinsi Chust, tetapi menghabiskan masa kecilnya di ibu kota Tashkent. Ayahnya adalah seorang jaksa penuntut. Ia adalah seorang Muslim yang menikah dengan wanita Yahudi, Irina Viner, seorang pesenam juara Uzbekistan, dan ketua Federasi Senam Irama Rusia.

Saat berencana untuk menjadi diplomat, Usmanov kemudian pindah ke Moskow dan bergabung dengan Institut Hubungan Internasional Negara Bagian Moskow. Ia lulus pada tahun 1976 dengan gelar di bidang hukum internasional.

Setelah lulus, Usmanov kembali ke Tashkent dan ditunjuk sebagai direktur Asosiasi Ekonomi Asing Komite Perdamaian Soviet. Namun, pada Agustus 1980, ia ditangkap dan dihukum atas tuduhan penipuan dan pencurian properti sosialis di Uzbekistan SSR lalu dipenjara selama enam tahun dari hukuman delapan tahun.

Pada saat Alisher Usmanov dibebaskan dari penahanan, Rusia saat itu sedang terperangkap dalam paroksisma kekuatan kembar glasnost (keterbukaan) dan perestroika (restrukturisasi). Kala itu ia pun ke ibu kota Rusia dan mulai mendirikan perusahaan pembuat kantong plastik bekerja sama dengan seorang pejabat.

Setelah itu, ia mengumpulkan semua asetnya untuk membeli saham di bisnis pertambangan, baja, gas alam, kayu, dan elektrometalurgi. Dia juga mulai mendirikan perusahaan pertambangan dan metalurgi bernama Metalloinvest dan bermitra dengan Vasiliy Anisimov. Perusahaan itu pun, ia gunakan sebagai perusahaan terdepan untuk mengawasi sahamnya di sektor logam.

Usmanov juga mendirikan perusahaan kepercayaan, USM Holdings untuk memantau kepentingannya sebagai investor independen di bidang besi dan baja, pertambangan dan metalurgi, media, teknologi online dan farmasi. Melalui Metalloinvest ini, ia mengelola saham di Ural Scrap Company, Ural Steel Mills, Oskol Electrometallurgical Plant, Mikhailovsky GOK dan Lebendinsky GOK.

Pria 67 tahun ini terus melebarkan sayap di bidang pertambangan. Ia juga menjadi pemilik perusahaan produsen paladium dan nikel melalui Norilsk Nickel. Tak puas di Rusia, pada 2006 ia mulai berinvestasi di perusahaan pertambangan Australia, termasuk Aztec Resources, Mt. Gibson, dan Medusa melalui USM Holdings.

Kemudian, dia mengakuisisi saham pengendali di konglomerat pertambangan Australia lainnya, Strike Resources yang memiliki lisensi untuk menambang bijih besi dari sebuah tambang di Peru.

Tak hanya pada sektor pertambangan, Usmanov juga mulai mengambil alih saham perusahaan teknologi internet melalui Digital Sky Technologies yang berganti nama menjadi Mail.ru Group saat ia akuisisi. Ia pun mulai membeli saham platform media sosial otomatis seperti 360buy, Alibaba, ZocDoc, AirBnB, Facebook dan Twitter.

Investasinya di Facebook dan Alibaba ternyata sangat menguntungkan baginya karena valuasi saham yang meningkat berlipat ganda. Dia juga berinvestasi pada Xiaomi dan Megafon.

Pada tahun 2007, Usmanov menggemparkan dunia olahraga pada Agustus 2007 ketika ia membeli 14,58 persen saham Arsenal FC sebesar 75 juta poundsterling. Dalam satu bulan, Usmanov juga menambah kepemilikannya di Arsenal FC menjadi 23 persen. Pada akhir 2013, dia memiliki lebih dari 30 persen saham Arsenal FC.

Alisher Usmanov juga banyak melakukan kegiatan amal, termasuk Federasi Anggar Rusia, melalui Dana Amal Internasional untuk Masa Depan Anggar. Ia juga mendirikan Dana Amal "Seni, Sains, dan Olahraga" bekerja sama dengan galeri seni yang berbasis di London, Tate Britain dan mengatur serangkaian pameran, termasuk Pameran Turner pada 2013.