Kisah Anak Tukang Kayu Sukses Dirikan Bisnis Kargo Kelas Dunia

Merdeka.com - Merdeka.com - Keras kepala, dan gigih menjadi karakter Chang Yung Fa. Dengan karakter tersebut, dia sukses menjadi pendiri Evergreen Marine. Bisnis bidang shipping cargo itu kini telah berekspansi ke berbagai negara.

Membangun bisnis pengiriman melalui laut seperti menjadi takdir bagi Chang. Dia lahir dan tumbuh dari keluarga tukang kayu yang tinggal di Keelung, kota pelabuhan utama di Taiwan utara. Keluarga Chang bukanlah keluarga berkecukupan, mereka relatif miskin yang hidup dari air, baik sebagai nelayan atau bekerja di kapal komersial.

Melansir dari Commonwealth Magazine, tekad Chang mengubah nasib dari kemiskinan dimulai saat sang ayah yang berprofesi sebagai tukang kayu kapal, meninggal di laut dan membuat Chang menjadi yatim dari 6 bersaudara.

Usai sang ayah meninggal, sang ibu kesusahan mengurus 6 orang anak. Dia merasa tak tega melihat sang ibu kesusahan. Hingga, setelah lulus dari sekolah menengah komersial, dia bergabung dengan perusahaan pelayaran Jepang sebagai pegawai.

Pada masa karir pertamanya, dia bekerja sebagai petugas. Jadi dia bekerja di sebuah kapal, mulai pertama sebagai staf penghitungan yang bertanggung jawab untuk mencatat muatan kapal. Kemudian dia menjabat menjadi anggota kru.

Setiap kali kapal yang ditumpanginya kembali ke Keelung, sebagian besar kru akan pergi minum-minum, tetapi Chang akan pergi ke toko buku, mencari buku tentang pengiriman.

Karirnya terus menanjak, dari anggota kru kini menjadi kepala kru. Pada jabatan ini, Chang membangun bisnis untuk mendirikan dua perusahaan pelayaran baru, tetapi kemitraan itu bubar karena Chang menganggap visi mitranya terlalu konservatif.

Hingga akhirnya pada 1968, dia mendirikan Evergreen Marine dengan sebuah kapal barang tua berusia 15 tahun. Memulai bisnis itu, Chang mengandalkan bakatnya untuk mengidentifikasi tren baru dalam industri pengiriman demi membuat Evergreen menjadi pemimpin di sektor pengiriman.

Awal Mula Usaha

Di awal usahanya itu, banyak kendala dan masalah yang dihadapi Chang. Ketika Chang mendirikan Evergreen, hanya perusahaan pelayaran asing yang aktif di rute-rute ke Timur Tengah. Ini membuat eksportir Taiwan mengalami kerugian, sebab para eksportis sering tidak mau menerima pesanan dari pelanggan di Timur Tengah karena pengirim asing yang bekerja di rute itu lebih suka membawa barang-barang Jepang yang bernilai lebih tinggi.

Melihat kondisi itu, Chang memutuskan untuk membuat rute pertama yang akan dilayani oleh kapal tuanya. Seorang teman Jepang memperingatkan dia terhadap gagasan itu, mengatakan kepadanya bahwa anggota Far Eastern Freight Conference (FEEC) sedang bersiap untuk mengeroyok Evergreen, yang bukan anggota FEEC, dan memonopoli sumber kargonya. Tapi Chang bersikeras bahwa pikirannya sudah bulat.

Pada pelayaran pertama Evergreen ke Timur Tengah, satu-satunya kargo yang bisa dilalui oleh Chang adalah jeruji besi rumit yang dimuat di Jepang. Namun, setelah mengambil langkah pertama yang sulit itu, Evergreen secara bertahap berhasil mendapatkan dukungan dari eksportir Korea dan Taiwan, memberikan kehidupan bisnis

16 Tahun Berikutnya

Selama 16 tahun berikutnya, Chang terus memperluas dunia pelayaran lautnya melalui kegigihan dan reputasinya sebagai orang yang menepati janjinya.

"Banyak pelanggan angkutan laut di Barat menyadari bahwa ketika mereka mendengar nama Y.F. Chang, mereka tahu dia akan melakukan apa yang dia putuskan, dan tidak akan berubah pikiran," demikian pernyataan Chang.

Evergreen juga menjunjung tinggi kerapihan penampilan karyawan. Rambut para karyawan diminta tetap pendek, kemeja olahraga warna solid, memakai dasi, dan menjaga agar sepatu mereka tetap mengkilap.

Karyawan Evergreen juga mendapatkan gaji dan tunjangan tinggi seperti makan siang gratis dan suite di kapal untuk setiap awaknya, serta memberikan akses kepada manajer tingkat menengah dan tinggi untuk memegang 40 persen sahamnya.

"Beberapa bos berpikir karyawan bergantung pada bos mereka untuk bertahan hidup. Tapi tanpa karyawan, bos tidak punya bisnis," kata Chang yang sering kali, mengungkapkan pemahaman tentang bagaimana orang benar-benar berpikir. [idr]