Kisah Astronot Misi Apollo 11, Bertaruh Nyawa Saat Balik ke Bumi

Pius Yosep Mali, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 1 menit

VIVA –Lebih dari setengah abad yang lalu, Neil Armstrong dan Buzz Aldrin mendarat di bulan guna mewujudkan keinginan Presiden John F Kennedy. Para astronot melompat keluar dari pendarat Eagle, lalu menghabiskan lebih dari dua jam untuk mengumpulkan lebih 20 kg sampel batuan.

Nancy Atkinson mengklaim, tiga orang yang pergi ke bulan termasuk Michael Collins nyaris kehilangan nyawa dalam perjalanan kembali ke Bumi. Kisah itu tertulis dalam bukunya 'Eight Years to the Moon: The History of the Apollo Missions'.

"Melalui wawancara dan penelitian saya untuk buku tersebut, saya menemukan anomali serius yang terjadi selama kembalinya Apollo 11 ke Bumi," ujarnya dikutip dari laman Express, Minggu 24 Januari 2021.

Peristiwa tersebut, diketahui setelah kru kembali dengan selamat ke Bumi. Masalah ini terjadi ketika Apollo 11 kembali ke atmosfer Bumi. Modul ruang angkasa yang dibuang, hampir menabrak kapsul yang mereka tumpangi.

Selama perjalanan kembali, para kru naik ke dalam modul perintah, yang posisinya berada di atas modul servis. Silinder besar ini membawa perbekalan, propelan, dan mesin roket besar.

Pesawat ruang angkasa dengan dua bagian itu disebut oleh NASA sebagai modul perintah dan servis, atau CSM. Kemudian sekitar 15 menit sebelum para astronot terjun ke Samudra Pasifik, CSM terpisah menjadi dua bagian.

Para penumpang hanya memerlukan modul perintah untuk melindungi kru dari panas. Modul servis menjadi tidak berguna dan bisa menimbulkan risiko kebakaran jika tidak dibuang. Oleh sebab itu seharusnya dibuang dengan aman.

Tetapi, Atkison percaya bahwa modul servis mengejar astronot saat mereka turun. Padahal menurut insinyur kelistrikan pada misi Apollo, Gary Johnson, jika dua modul itu bertabrakan akan ada bencana besar.