Kisah Balita Dikurung dalam "Kandang" Saat Ibu Bekerja Bikin Geger China

Merdeka.com - Merdeka.com - Sebuah video memperlihatkan seorang anak laki-laki dikurung dalam sebuah "kandang" besi saat ibunya bekerja memicu perdebatan di China soal betapa minimnya pilihan bagi kaum miskin untuk menitipkan anak hingga memaksa seseorang mengambil tindakan ekstrem seperti itu.

Dalam vudeo berdurasi 12 detik yang menyebar di dunia maya itu, si bocah yang tinggal di Kota Tongren, selatan Provinsi Guizhou, terlihat berpegangan pada jeruji besi yang mirip kotak ranjang untuk bayi.

Sebuah spanduk yang terpasang di kotak itu sepertinya memperlihatkan si ibu menjual minuman ringan es agar-agar untuk menafkahi anaknya.

Perempuan yang tidak disebut namanya itu mengatakan kepada Wanxiang Media, perusahaan media berita, dia merasa bersalah kepada anaknya dan mengakui betapa hidupnya sulit. Tapi ini adalah pilihan terbaik di antara yang terburuk, kata dia, karena ayah bocah itu adalah orang yang tidak peduli dan suka bermain game sepanjang hari.

Dia mengatakan mengizinkan anaknya bermain di luar "kandang" ketika sedang tidak ada pembeli.

Dilansir dari laman South China Morning Post, Sabtu (4/6), si ibu menuai simpati di media sosial karena "kandang" itu terlihat cukup bersih dan ada selimut serta alas matras dan mainan untuk si anak di dalamnya. Kondisi si ibu mewakili gambaran betapa perempuan miskin harus berjuang untuk mencari cara menitipkan anak ketika dia bekerja. Kasus ini dinilai bukan termasuk penganiayaan terhadap anak.

Seseorang menulis di Weibo: "Ini sangat disayangkan, apa kita tidak punya tempat menitipkan anak yang terjangkau harganya?"

"Kasihan anak itu dan ibunya. Ingin rasanya membantu mereka tanpa mereka harus mengorbankan kedamaian dan kebahagiaan untuk bertahan hidup," kata yang lain.

Sang ibu yang juga punya pekerjaan lain ketika anaknya tidur, mengatakan keluarganya harus berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan dasar dan terkadang mereka tidak sarapan demi membeli susu.

China kini menghadapi krisis demografi. Banyak pasangan suami-istri mengatakan tantangan untuk mempunyai bayi adalah sedikitnya pilihan untuk menitipkan anak. Sering kali si anak dititipkan kepada nenek kakek mereka ketika orang tuanya bekerja, tapi tidak semua keluarga punya keistimewaan itu.

Menurut Sixth Tone, media di China, Shanghai memiliki 14.600 slot tempat penitipan anak setiap harinya. Angka itu jauh dari jumlah bayi di kota tersebut yang berjumlah 116.00 ketika lahir pada 2021.

Kondisi yang memperlihatkan besarnya gap antara permintaan dan penawaran ini membuat fasilitas tempat penitipan anak menjadi mahal dan tidak terjangkau bagi kaum miskin. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel