Kisah Bocah Kembar Siam dan Kursi Roda Modifikasi dari Kapolres Garut

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Garut - “Terima kasih bapak Kapolres, semoga panjang umur dan selalu diberikan kemudahan rezekinya, amiiin” demikian ungkapan keceriaan yang disampaikan Ai Putri Anugrah (8) dan Ai Dewi Putri Ningsih (8), anak kembar siam di Garut, Jawa Barat, saat ditemui Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono, Jumat (3/9/2021).

Rona keceriaan tergambar jelas dari kedua wajah siswi SDN 1 Tegalpanjang, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut itu, setelah mendapatkan bantuan kursi roda khusus dari orang nomor satu di lingkungan Mapolres Garut tersebut.

Bagi anak kembar siam dempet perut dari pasangan Iwan Kurniawan dan Yani (alm) itu, bantuan yang diberikan Kapolres peraih Adhi Makayasa 2003 tersebut, jelas merupakan anugerah besar dalam menunjang aktivitas keseharian.

Maklum, selama ini mereka terpaksa duduk bersamaan dengan susah payah, pada sebuah sadel boncengan sepeda motor butut milik ayahnya yang selalu setia menemani mereka.

”Alhamdulillah, terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Kapolres dan jajarannya atas bantuan kursi roda khusus ini,” ujar Iwan Kurniawan, 43 tahun, ayah bocah kembar siam tersebut.

Iwan menyatakan, sejak dilahirkan 8 tahun yang lalu, kedua anaknya yang kembar siam ini didiagnosa tidak akan bisa dipisahkan, setelah mengalami dempet di bagian perut. Namun, Dewi dan Putri tetap riang menjalani kehidupan layaknya anak yang lain.

Mereka tidak minder dan putus asa dalam beraktivitas, termasuk keberaniannya untuk tetap bersekolah di sekolah umum, bersama teman sebayanya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Harapan Kapolres

Kapolres Garut, AKBP Wirdhanto Hadicaksono, berharap bantuan kursi roda khusus bisa mempermudah aktivitas kedua bocah kembar siam tersebut di sekolah.

“Kursi roda ini telah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga bisa menempel dengan sepeda motor dan akan aman dan nyaman untuk Putri dan Dewi,” ujarnya.

Ini juga untuk memudahkan aktivitas mereka terutama saat pergi dan pulang sekolah," ucap Wirdhanto.

Putri dan Dewi merupakan pasangan anak kembar siam dempet perut yang lahir 8 tahun yang lalu. Saat ini mereka tercatat sebagai siswi kelas 2 di SDN 1 Tegalpanjang, Kecamatan Sucinaraja.

Sejak ibunya meninggal dunia 9 bulan yang lalu, otomatis Putri dan Dewi hanya diurus ayahnya. Mereka kini tinggal bersama ayah dan kakek neneknya di Kampung Padasari, Desa Cinunuk, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel