Kisah Bos Jalan Tol Jusuf Hamka Ungkap Jadi Mualaf Saat Usia 24 Tahun

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pengusaha sukses Indonesia berdarah Tionghoa, Jusuf Hamka blak-blakan tentang kisahnya yang memberanikan diri untuk belajar agama Islam hingga akhirnya menjadi mualaf.

Saat berbincang di chanel YouTube Denny Sumargo @curhat bang Denny Sumargo, Jusuf Hamka menceritakan awal mulanya dia akhirnya pindah menjadi muslim.

"Saya masuk Islam ini bukan ujug-ujug. Saya masuk Islam ini karena temen-temen saya di lingkungan saya dulu, Karanganya, Pasar Baru, Krekot Bunder itu semua muslim. Dulu saya Protestan. Saya bahkan waktu anak-anak waktu masih kelas 6 SD saya selalu ikut panggung pakai baju daerah, pokoknya didandanin," ujarnya.

Ia menjelaskan, bahwa sejak muda adalah aktivits tapi mengaku tidak menemukan sesuatu yang nyaman.

"Waktu saya lihat temen-temen saya, kalau pagi saya mau pergi atau sore waktu mau main, orangtuanya berkata sholat dulu-sholat dulu. Saya jadi ingin tahu, karena ingin tahu jadi saya belajar. Saya jadi berpikir this is the time," kata Jusuf.

Dia mengaku kepada ibunya bahwa ingin masuk Islam. Namun ternyata ibunya malah mensupport.

"Nanti, mamah yang tanyain ke papa soal mengenai saya ingin masuk Islam," ujarnya.

Jusuf mengaku kepada papahnya ingin masuk, dan ternyata papahnya tidak bisa melarang hanya mengingatkan harus bisa menjalaninya.

"Saya tidak langsung masuk Islam, baru satu tahun kemudian setelah bilang ke orangtua saya. Saya ke Masjid Alazhar, di sana ketemu ustaz Djaini. Disana dibawa ke rumah Buya Hamka," tuturnya.

Saat dibawa ke rumah Buya Hamka saya ditanya.

"Nak mau apa," tanya Buya.

"Yakin mau masuk Islam," tanya Buya Hamka.

"Yakin. Tapi saya harus tahu dulu syaratnya," kata Jusuf Jamka.

"Syaratnya dua kalimat syahadat," kata Buya Hamka.

"Ah gampang, tapi saya harus baca teks. Saya hapalin dulu saya pulang dulu," ujar Jusuf Hamka saat itu.

"Gak boleh nak, kamu harus hari ini," kata Buya.

"Loh Buya, kok maksa," tanya Jusuf kala itu.

"Saya bukan maksa nak, kamu harus ngerti, barang siapa didatangi prang mau masuk Islam dan saya tunda kalau terjadi apa-apa pada saat kamu pulang dia kecelakaan dan dia dalam dia non muslim, maka yang dosa saya," kata Buya Hamka.

"Saya kaget, akhirnya saya ikutin baca dua kalimat syahadat. Dan saat itu saya sudah masuk Islam," ujar Jusuf Hamka yang saat itu berusia 24 tahun.


Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel