Kisah Bruno, Anak Pedalaman Papua yang Sukses Jadi Prajurit TNI AD

·Bacaan 2 menit

VIVA – Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat benar-benar memberikan peluang yang sangat terbuka untuk putra-putri daerah Papua untuk berkarier sebagai prajurit TNI Angkatan Darat.

Hal itu dirasakan oleh Bruno Aisek, seorang pemuda kelahiran Merauke yang kini berusia 20 tahun. Bruno adalah seorang pemuda yang lahir di Kawak Tembut, Boven Digoel, Papua.

Kisah perjalanan Bruno menjadi seorang prajurit TNI Angkatan Darat tidaklah mudah. Kondisi orangtua yang hanya berprofesi sebagai petani di pedalaman Papua. Sama sekali tidak menyurutkan semangat Bruno untuk membuat bangga keluarganya untuk menjadi seorang prajurit TNI Angkatan Darat.

Bruno berasal dari keluarga tidak punya. Sejak kecil Bruno tidak tinggal bersama kedua orangtuanya yang berprofesi sebagai petani. Bahkan, dia diasuh dan dibesarkan oleh seorang prajurit TNI Angkatan Darat yang bernama Serda Makmur sejak usia Bruno 10 tahun.

"Waktu kecil saya tinggal di Boven Digoel. Bersama abang-abangan seorang prajurit TNI AD Serda Makmur," kata Bruno Aisek ketika diinterview oleh Danrem 174/ATW Brigjen TNI Bangun Nawoko dikutip VIVA Militer dari akun Youtube TNI AD, Jum'at, 21 Mei 2021.

Pengakuan Bruno itu pun sontak membuat Danrem 174/ATW tercengang. Brigjen TNI Bangun Nawoko pun terus mencecar beberapa pertanyaan kepada Bruno, terlebih lagi Danrem 174/ATW mendapat informasi bahwa Bruno adalah salah satu calon prajurit TNI AD yang mahir dalam bermain sepak bola.

"Kenapa kamu ingin jadi tentara? kamu katanya bisa main bola? Main di mana kamu? tanya Danrem 174/ATW kepada Bruno.

"Siap, ingin membuat bangga orangtua saya dan orangtua asuh saya," jawab Bruno dengan tegas.

"Kamu main bola di mana," tanya Danrem lagi kepada Bruno.

"Siap di Liga Tiga tim sepak bola Sidrap, Makassar," jawab Bruno.

Mendengar jawaban dari salah satu calon prajurit TNI AD itu, Brigjen TNI Bangun Nawoko pun semakin tercengang. Bagaimana mungkin seorang pemuda usia 20 tahun asal pedalaman Boven Digoel, Papua bisa bermain sepak bola di Liga Tiga dan memperkuat tim Sidrap, Makassar.

"Hah, kok bisa kamu lahir di Papua, tapi main di Liga Tiga Makassar? Bagaimana ceritanya itu," tanya Danrem 174/ATW lagi kepada Bruno.

Bruno pun menjelaskan, bahwa dirinya sejak kecil diasuh oleh seorang prajurit TNI AD yang bernama Serda Makmur. Dia dibawa ke Makassar oleh Serda Makmur hingga disekolahkan mulai bangku Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), termasuk sekolah bola di klub bola Sidrap, Makassar.

Mendengar pengakuan Bruno, Danrem 174/ATW Brigjen TNI Bangun Nawoko pun terkejut. Dia mengaku sangat bangga dengan Serda Makmur yang telah membina dan membimbing seorang anak dari kampung pedalaman Papua hingga berhasil menjadi seorang prajurit TNI Angkatan Darat.

"Saya sangat mengapresiasi kepedulian Serda Makmur yang telah mewujudkan mimpi anak Papua jadi prajurit TNI AD," kata Brigjen TNI Bangun Nawoko.

Terakhir, Brigjen TNI Bangun Nawoko pun sempat mengetes Bruno untuk melakukan jugling bola di hadapannya. Jenderal bintang satu TNI Angkatan Darat itu pun terlihat sangat bangga dan senang melihat kemampuan Bruno yang lihai menjugling kulit bundar. Bahkan, Danrem 174/ATW itu sempat saling sambut menyundul bola yang dihempas dari kepala plontos Bruno.

"Luar biasa kamu," tutup Brigjen TNI Bangun Nawoko.

Baca: Siap ke Papua, 2 Jenderal TNI Utusan KSAD Datangi Markas Pasukan Setan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel