Kisah Burung Merpati Berpangkat Letnan Bikin Belanda Kewalahan

Febrika Indirawati

VIVA – Di balik keberhasilan Indonesia dalam meraih kemerdekaannya, ternyata tidak luput dari peran penting yang dimiliki  seekor burung merpati.

Pada saat itu, burung merpati memang dipelihara dan dilatih sebagai pembawa pesan di zaman kemerdekaan Indonesia.

Perannya sangat penting bagi tentara Indonesia saat itu agar komunikasi tetap berjalan dengan baik meski terhalang oleh teknologi.

Bahkan, karena kepintaran dan kecerdikannya, burung merpati ini sampai diberi pangkat Letnan. 

Burung merpati ini memiliki tugas untuk menghubungkan satuan TRI (Tentara Republik Indonesia) yang berada di daerah komando Ronggolawe Lamongan ke satuan TRI yang berada di Surabaya tahun 1946.

Dilansir dari berbagai sumber Senin 15 Juni 2020, namun setelah sekian lama bebas terbang di langit Surabaya, akhirnya burung merpati pembawa pesan ini diketahui oleh pihak Belanda.

Belanda memang sudah mencurigai bahwa ada peran penting dari merpati itu sehingga pasukan Belanda kerap dibuat kewalahan menghadapi pejuang Indonesia.

Pada waktu itu Belanda langsung mengerahkan penembak jitunya. Saat sang Letnan terbang, ia tertembak oleh prajurit Belanda pada bagian sayapnya. Meski berlumuran dengan darah, ia tetap menjalankan tugasnya yaitu membawa pesan.

Sang Letnan pun tewas di depan komandannya dengan tetap menyampaikan pesan yang dibawanya itu. Karena jasa-jasanya, burung merpati ini dianugerahi pangkat Letnan Anumerta.

Selain itu untuk mengenang jasa-jasanya, jenazah sang Letnan tidak dikebumikan namun diabadikan di museum. Sehingga sebagai generasi penerus bangsa, kita bisa mengenang perjuangannya. Jenazah sang Letnan diawetkan dan dapat dilihat di Museum Brawijaya Malang.