Kisah Danjen Kopassus Ditodong Senapan Serbu Anak Buahnya Sendiri

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Yang namanya prajurit TNI dari satuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus), wajib selalu siaga. Kalau tidak sedang menjalankan misi-misi rahasia dan berbahaya, anggota Korps Baret Merah tugasnya hanya berlatih, berlatih, dan berlatih.

Begitulah kira-kira gambaran yang diketahui soal pasukan elite milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) itu. Bahkan saking siaganya, ada cerita pasukan Kopassus yang malah menodongkan senjata kepada seorang Perwira Tinggi (Pati) dengan pangkat jenderal bintang dua, atau Mayor Jenderal (Mayjen) TNI.

Kisah ini dikutip VIVA Militer dari akun Facebook bernama Kata Prabowo. Ceritanya begini, pada tahun 1996, Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) waktu itu, Mayjen TNI Prabowo Subianto Djojohadikusumo, menyampaikan kepada seluruh jajaran pasukannya bahwa ia akan datang berkunjung.

Grup-2 Kopassus yang bermarkas di Kartasura, Solo, atau sering disebut Grup-2 Kandang Menjangan, jadi pasukan pertama yang bakal didatangi oleh Prabowo.

Rencananya, Prabowo bakal datang pada sore hari dan menginap di Markas Komando Grup-2 Kopassus. Tahu akan dikunjungi pentolannya, prajurit Grup-2 Kopassus Kandang Menjangan pun bersiap diri tanpa terkecuali.

Tapi, sampai malam hari Prabowo tak juga sampai. Para prajurit Grup-2 Kopassus tak sedikit yang mengira bahwa orang nomor satu di Kopassus itu tak jadi datang. Hingga pada keesokan harinya, sebuah kejadian unik pun terjadi.

Seperti biasa, para prajurit Grup-2 Kopassus mengadakan apel di pagi hari. Saat apel digelar, tiba-tiba suara helikopter meraung keras di udara tepat di atas Lapangan Markas Grup-2 Kopassus, tempat berlangsungnya apel.

Muncul lah helikopter yang terbang rendah dan hendak mendarat di tengah-tengah lapangan. Padahal saat itu, kondisi para prajurit sedang fokus dalam apel. Seketika, para prajurit Kopassus pun berhamburan sambil membawa senapan serbunya.

Spontan juga, para prajurit Kopassus itu mengepung helikopter dan menyiagakan senapannya. Siapa yang bisa menyangka, seorang berkacamata hitam turun dari helikopter dengan tenang. Ya, dia adalah Pak Prabowo sang Danjen Kopassus.

Tanpa diduga, Prabowo datang pagi hari tanpa pemberitahuan dan tidak sesuai jadwal. Ini yang dinamakan inspeksi mendadak atau sidak. Setelah turun dari helikopter, Prabowo langsung memberi perintah membunyikan alarm agar seluruh prajurit tanpa terkecuali berkumpul di lapangan.

Bikin kaget saja Pak Prabowo. Beruntung, meski sempat membuat geger anak buahnya Prabowo tak lantas naik pitam. Sepertinya, Prabowo malah senang melihat anak buahnya selalu dalam kondisi siaga dan waspada.