Kisah Dexter, Anjing yang Berjalan Seperti Manusia Usai Kehilangan Salah Satu Kakinya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Dexter merupakan seekor anjing disabilitas dengan ras Brittany Spaniel, yang berusia 6 tahun. Dexter menjadi terkenal karena kemampuannya beradaptasi dengan belajar berjalan hanya dengan kaki belakangnya, setelah kehilangan salah satu kaki depannya saat tertabrak mobil.

Dilansir Oddity Central, Jumat (5/11/2021), Saat Dexter belum berusia 1 tahun, dia keluar dari halaman pemiliknya di Ouray, Colorado, secara tidak sengaja dia berlari keluar di depan sebuah van yang bergerak dan tertabrak dengan cukup parah. Beberapa saat kemudian anjing itu ditemukan oleh suami pemiliknya, Tim Pasek, yang langsung membawanya ke dokter hewan.

Setelah prosedur selama 45 menit, nyawa Dexter terselamatkan, namun salah satu kaki depannya harus di amputasi. Sejak saat itu ia mulai beradaptasi dengan hanya mengandalkan kaki belakangnya untuk berjalan, seperti halnya manusia.

"Setelah operasi dan rehabilitasi pertamanya di rumah, kami menemukan bahwa kaki yang lainnya lukanya lebih parah dari yang diperkirakan sebelumnya. Saat itu kaki depannya tidak mampu menahan beban sehingga Dexter belajar sendiri untuk berjalan tegak," kata pemilik Dexter, Kentee Pasek.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Belajar Berjalan

Ilustrasi anjing. (dok. Unsplash.com/Artem Sapegin @sapegin)
Ilustrasi anjing. (dok. Unsplash.com/Artem Sapegin @sapegin)

Awal mula Dexter dapat berjalan dengan kedua kaki belakangnya, saat dua bulan setelah tragedi kecelakaan yang menimpanya. Saat pemiliknya membawa Dexter keluar di halaman depan, dia berdiri dengan kaki belakangnya dan berjalan ke teras seperti manusia.

Kentee dan suaminya khawatir dia akan jatuh dan melukai dirinya lagi. Karena kaki Dexter yan tersisa luka parah setelah kecelakaan itu, jadi pemiliknya membelikannya roda khusus agar dia bisa berkeliling dengan lebih mudah. Awalnya dia menggunakan roda tersebut, tetapi kemudian suatu hari dia berdiri dengan kaki belakangnya, sehingga dianggap dia tidak membutuhkannya lagi.

"Reaksi saya benar-benar kaget dan tidak percaya. Saya menelepon dokter hewan dan menurut dokternya, Dexter lebih aman berjalan tegak jika dia mau tanpa roda daripada berjalan tegak dengan roda terpasang," kata Kentee Pasek.

Saat Dexter sudah beradaptasi untuk berjalan dengan kaki belakangnya, sang pemiliki seringkali merekam Dexter karena tingkahnya. Video yang diposting oleh pemiliknya ke TikTok, Instagram, dan platform media sosial lainnya secara teratur menjadi viral, dengan beberapa di antaranya telah ditonton jutaan kali.

Meskipun sebagian besar umpan balik pada video Dexter adalah positif, ada beberapa yang menyatakan keprihatinan tentang ketegangan pada punggung dan kaki belakangnya. Namun, Kentee menunjukkan bahwa Dexter menjalani pemeriksaan secara rutin, dan kekhawatiran sebenarnya adalah kaki depan yang tersisa, terlihat sangat lemah dan juga menyebabkan Dexter sangat kesakitan.

Sang pemilik hanya berharap Dexter bisa panjang umur dan bahagia, dan mereka berdoa agar anjingnya bisa terus berjalan tegak tanpa mengalami kondisi serius seperti perpindahan pinggul, mereka juga mengatakan bahwa mereka beruntung memiliki Dexter.

Penulis: Vania Dinda Marella

Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas

Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas. (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas. (Liputan6.com/Triyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel