Kisah di Balik Kopiko Mejeng di Luar Angkasa hingga Drama Korea

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Hampir empat dekade lamanya Kopiko dikenal luas oleh masyarakat Indonesia sejak dirilis pada 1982 silam. Permen kopi produksi PT Mayora Indah Tbk ini tidak hanya berjaya di negeri sendiri, tetapi telah sukses merebut atensi di luar negeri.

Global Marketing Director Mayora Group Ricky Afrianto berbagi kisah Kopiko sukses mendunia. Pada 2017, Kopiko mendapat publisitas yang luar biasa ketika permen kopi ini dibawa langsung oleh astronaut NASA ke luar angkasa saat merayakan Thanksgiving.

"Banyak orang yang berpikir ini direncanakan oleh kami, yang mana kami tidak rencanakannya sama sekali, tapi itu terjadi," kata Afrianto dalam bincang virtual "Post Normal ASEAN: The Rise of Entrepreneurial Marketing" oleh MarkPlus, Inc, Kamis (4/11/2021).

Afrianto melanjutkan, hal positif lain yang diterima karena Kopiko telah cukup lama ada di Amerika Serikat dan menjadi salah satu favorit astraunat. Itu sebabnya selama Thanksgiving, mereka dapat bebas untuk membawa produk apa saja yang disukai. "Ini adalah publisitas yang baik bagi kami," ungkap Afrianto.

Usai mantap mejeng di luar angkasa, Kopiko kembali membuat heboh terutama bagi masyarakat Indonesia. Permen ini juga tampil di drama Korea Vincenzo yang dibintangi oleh aktor ternama Korea Selatan, Song Joong Ki.

Afrianto menjelaskan, pihaknya melihat adanya demam drama Korea terlebih di masa pandemi Covid-19. Setiap orang membicarakannya, ingin menonton, hingga ada begitu banyak bahasan mengenai drama Korea.

"Kami memperhatikan, ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga tren global. Bahkan negara seperti Amerika Serikat sangat suka drama Korea," tambahnya.

Bicara soal Kopiko, pihaknya sangat bangga karena permen ini telah tersedia di lebih dari 100 negara. Hal tersebut menjadi peluang tersendiri karena memiliki kendaraan dan rencana yang tepat untuk menembus drama Korea.

"Kami menjualnya di Amerika Serikat, juga di wilayah Timur Tengah yang kebetulan mereka juga menonton drama Korea, di India untuk beberapa wilayahnya menonton drama Korea, Thailand, juga Vietnam. Jadi, menurut kami ini adalah kesempatan yang sangat bagus untuk Kopiko," ungkap Afrianto.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

NASA hingga Drama Korea

Bungkus permen kopiko terdapat pada foto kru NASA, yang sedang mengadakan acara Thanksgiving. Source: Twitter @space_station
Bungkus permen kopiko terdapat pada foto kru NASA, yang sedang mengadakan acara Thanksgiving. Source: Twitter @space_station

Pihaknya juga memanfaatkan momen bagi merek Indonesia bersinar di kancah global. Lewat latar belakang itu, pihaknya kian memantapkan rencana untuk mejeng di drama Korea.

"Tentu saja selama pembicaraan, itu tidak mudah. Produser drama Korea dan pemilik serial harus benar-benar tahu, apa itu Kopiko. Mereka benar-benar ingin merek yang muncul dalam drama mereka dikenal secara luas atau benar-benar diterima secara global," jelas Afrianto.

Pihaknya merasa cukup beruntung karena permen kopi ini juga tersedia di Korea Selatan. Setelah perbincangan yang panjang, akhirnya pihak drama Korea memutuskan Kopiko mejeng dalam produksi mereka.

Afrianto menjelaskan, pihaknya melihat Vincenzo adalah salah satu drama Korea yang bagus, bahkan sebelum ditayangkan karena ada banyak diskusi di dalamnya. Ia menyebut, sebagai pengusaha, perlu memiliki intuisi dan tidak hanya melihat fakta.

"Kami dapat merasakan bahwa ini bisa menjadi hal yang baik, tetapi dari perspektif data, itu menunjukkan percakapan yang meyakinkan kami bahwa Vincenzo akan cukup baik. Kedua, Song Joong Ki agak jarang muncul di drama Korea, jadi Vincenzo adalah salah satu penampilan pertamanya," jelasnya.

Lewat penggabungan semua data hingga intuisi itu, pihaknya tancap gas untuk iklan di drama Vincenzo. Pada seri pertama, Kopiko hanya muncul pada credit title drama yang berhasil membuat permen ini jadi perbincangan hangat.

"Karena kesepakatan itu tidak (tampil) di awal, sebenarnya cukup di tengah episode, dan kami pikir mungkin ini jadi penempatan yang baik. Biasanya, drama Korea memiliki 16--20 episode, kami pikir episode 14 ke atas bisa menjadi momen yang baik untuk menempatkan produk ini," ungkap Afrianto.

Mejeng di Vincenzo

Kopiko mejeng di drama Korea Vincenzo. (Tangkapan Layar Zoom)
Kopiko mejeng di drama Korea Vincenzo. (Tangkapan Layar Zoom)

Menurut Afrianto, ketika episode pertama tayang, penonton sudah banyak membicarakan Kopiko di media sosial. "Jadi mereka berpikir apakah Kopiko akan ada di drama, karena ini pertama kali ada brand indonesia," jelasnya.

Setelah cukup lama menanti, dikatakan Afrianto, akhirnya Kopiko tayang di episode ke-14, 15, dan 18. Pihaknya juga ingin menyampaikan pesan Kopiko dalam drama Korea tersebut, bukan hanya ingin menampilkannya saja.

"Kami ingin Kopiko berprean. Kenapa Kopiko pada dasarnya adalah pengganti kopi. Saat saya melihat drama ini, ada (aktris) perempuan yang menyebut dia tidak ingin pergi ke kafe atau sedang tidak mood minum kopi. Jadi superstar (Song Joong Ki) hanya mengatakan 'mari coba produk ini'" tambahnya.

"Anda dapat melihat seberapa kuat positioning merek yang benar-benar kokoh, bukan hanya penempatan produk, tetapi bagaimana mewujudkan posisi merek itu. Sebagai marketer, kita perlu menyuntikkan pesan secara jelas dan cerdik," tutur Afrianto.

Infografis Diplomasi Lewat Jalur Kuliner

Diplomasi Lewat Jalur Kuliner (Liputan6.com/Abdillah)
Diplomasi Lewat Jalur Kuliner (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel