Kisah Erick Thohir Tolak Barang Gratisan saat Jadi Presiden Inter

Luzman Rifqi Karami
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pengusaha asal Indonesia, Erick Thohir pernah menjabat sebagai Presiden Inter Milan pada 2013 hingga 2019. Meski tak lama, banyak kisah menarik yang dicatat pria yang kini menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara ini.

Salah satunya saat dia baru menjabat sebagai Presiden Inter pada November 2013 silam. Dia menolak barang gratisan saat berbelanja di Solo Inter, toko resmi Nerazzurri.

Dilansir Football Italia, cerita ini berawal saat Erick membeli sesuatu di Solo Inter. Setelah memilih beberapa suvenir di toko itu, dia langsung menyodorkan kartu debitnya untuk membayar.

Sadar sang pembeli adalah pemilik klub, kasir menolak pembayaran Erick Thohir. Sempat terjadi perdebatan kecil karena Erick juga ngotot untuk bersikap profesional dengan membayar belanjaannya.

"Tidak, ini bisnis," kata kasir sembari mengembalikan kartu pembayaran milik sang presiden. "Ini bisnis?" balas Erick Thohir.

Namun, kasir tetap memberikan jawaban yang sama. "Saya harus membayar. Bisnis adalah bisnis," tegas Erick Thohir.

Kembali mendapat jawaban yang sama, Erick langsung melihat daftar belanja di mesin kasir. Pria 50 tahun ini langsung membayar dengan uang tunai dan pergi dengan buru-buru meninggalkan sang kasir.

Baca juga: Yusuf Yazici, Mimpi Buruk AC Milan yang Pernah Bikin Mourinho Kesemsem

Melihat aksi Erick Thohir itu, beberapa petinggi Inter dan orang yang berada di toko itu juga berteriak meminta Sang Presiden tak perlu membayar. Namun, ET tampaknya ingin Inter dikelola secara profesional termasuk di Solo Inter.

Pada 25 Januari 2019, Erick menjual sebagian besar saham kepada perusahaan China, Suning Holding Group. Presiden Inter kini ditempati oleh Steven Zhang.