Kisah Febrian Nurvianti Hijaber Sukses jadi Konten Kreator Travel

·Bacaan 5 menit

VIVA – Menjalani kehidupan sebagai wanita karier tentu tidak mudah karena akan dihadapkan oleh kesibukan. Apalagi ketika sudah berumah tangga dan memiliki buah hati, di sini kepiawaian mengatur waktu diuji.

Hal inilah yang dihadapi oleh entrepreneur cum konten kreator asal Bali Febrian Nurvianti. Sebagai seorang wanita karier, perempuan yang akrab disapa Gegfia ini harus bisa membagi porsi waktu sebagai istri, ibu, konten kreator dan pebisnis.

Sebelum menjalani kesibukan kerja, Gegfia melakukan tugas sebagai seorang istri dan ibu seperti menyiapkan makanan dan segala macamnya. Beruntungnya, ia memiliki suami yang suportif sehingga kegiatannya berjalan dengan baik.

"Bagi waktu susah-susah gampang, kadang bangun tidur itu udah bagi-bagi waktunya enggak gampang. Jadi, ya, untungnya ada suami saya bantu mau mengerti dan full support banget," katanya.

Sebagai suami yang berpengalaman di dunia entertaint, sangat membantu Gegfia dalam bekerja. Baginya, sang suami adalah mentor di belakang kesuksesannya.

"Karena suami dulu di dunia entertain jadi dia punya pengalaman. Dia yang ngebranding saya harus begini begitu, dia juga termasuk konseptor dan fotografer kalau lagi kerja," lanjutnya.

Selain sebagai pebisnis, Gegfia sendiri saat ini berkarier sebagai konten kreator travel, fashion dan lifestyle. Ia berfokus menjadi konten kreator travel tempat-tempat luxury yang ada di Indonesia seperti hotel, resort, villa, resto dan lainnya.

Jebolan Ajang World Muslimah 2013

Jebolan ajang World Muslimah 2013 ini menggeluti dunia konten kreator sejak tahun 2014 silam. World Muslimah sendiri merupakan kontes pageant dunia yang kontestannya adalah khusus perempuan berhijab di seluruh dunia. Saat mengikuti ajang tersebut, Gegfia berhasil masuk 10 besar dan menyandang sebagai world muslimah favorite.

Sejak saat itu, followers dan tawaran endorse mulai berdatangan. Seiring berjalannya waktu, mulai banyak hijaber fashion yang bermunculan. Hanya saja, ia memperhatikan kiblat para hijabers fashion itu rata-rata sama.

Agar tak sama dengan lainnya, Gegfia ingin memberikan sesuatu yang berbeda. Dari situ muncul ide sebagai hijaber luxury place reviewer dengan style review ala Gegfia sendiri, sesuai dengan yang terpampang di akun Instagram-nya @gegfia.

Karakteristik itu membuat ia menjadi konten kreator travel hijaber pertama yang fokus mereview hotel-hotel luxury dan bintang lima di Indonesia. Dalam hal fashion juga, Gegfia tampil beda dengan look yang edgy, muda dan feminin dengan ciri khas hijab turban.

Sejauh ini, Gegfia sudah mereview lebih dari 100 luxury place yang ada di Indonesia dan negara tetangga terutama Bali, yang ia promosikan melalui akun Instagram-nya. Ia telah bekerjasama dengan pihak hotel sejak tahun 2015.

"Saya sejak 2015 itu udah kerjasama dengan hotel-hotel, villa dan resort di Bali yang masuknya, sih, luxury dan bintang lima. Sejauh ini saya udah ngunjungin banyak, lebih dari 100 tempat di seluruh Indonesia, terutama di Bali," ujarnya.

Sebagai seorang konten kreator travel, alumni Universitas Brawijaya ini ingin membantu memperkenalkan pada dunia tempat pariwisata dan penginapan mewah yang ada di Indonesia.

"Kemarin juga bulan Februari ada kerjasama dengan beberapa hotel untuk bantu bangkitin pariwisata. Jadi kemarin saya sebulanan di Bali full kolaborasi sama hotel-hotel di Bali untuk meningkatkan lagi pariwisata, tapi tetap dengan protokol kesehatan," jelasnya.

Pengalaman Tak Enak

Sebagai seorang konten kreator profesional, tentu ia telah kenyang dengan pengalaman tak enak. Ia harus menyelesaikan pekerjaanya terlebih dahulu baru bisa menikmati hidangan yang disajikan, sehingga tak jarang makanan kadang sudah tak begitu sedap disantap.

"Foto panas-panasan segala macem. Tapi orang ngelihatnya enak, ya, foto-foto tapi kan ada enggak enaknya. Kadang di kolam renang itu bisa berjam-jam dari pagi sampai siang. Juga ngorbanin waktu sama keluarga. Enaknya tentu ada, kita bisa nikmatin tempat-tempat yang orang mungkin belum tentu bisa ke sana," terang ibu satu anak ini.

Tak jarang ia membawa buah hatinya saat bekerja agar tetap terjaga hubungan ibu dan anak. Sisa waktu setelah bekerja, ia gunakan untuk quality time bersama keluarga.

"Rata-rata keluarga diajak, saya bawa embak satu buat jagain anak saya kan masih tiga tahun. Satu hotel paling lama tiga hari itu, satu hari full untuk buat konten setelahnya baru bisa nikmatin waktu sama keluarga," lanjutnya.

Belum lagi saat ia berada dalam situasi yang sedang tidak baik-baik saja dengan suaminya, mereka harus tetap profesional menjalankan pekerjaan. Gegfia sendiri tetap berusaha menjaga mood agar tetap terlihat ceria di depan kamera.

"Kadang lucunya, orang lihat seru ya romantis terus sama suami. Tapi ada, lho enggak enaknya. Pada saat kami bikin konten bareng, dipaksa di depan kamera kita terus smile dan menjaga mood yang bagus padahal saat itu kami berantem. Ya, berantemnya enggak lama. Bagaimanapun harus profesional karena saya harus mewakili nilai hotel," lanjutnya lagi.

Bila sedang banyak kerjasama, dalam sebulan Gegfia bisa mereview 12 tempat di Bali. Sebab, banyak Bali merupakan pulau yang dikenal oleh internasional sehingga banyak penginapan yang butuh direview.

"Kalau di Bali itu banyak banget konten kreator bule sampai mendunia. Saya lihat rata-rata klien hotel-hotel itu terimanya bule dan orang enggak berhijab. Ternyata saya pun sebagai kreator hijab juga bisa diterima. Jadi enggak mustahil berhijab juga bisa jadi konten kreator travel," katanya.

Gegfia menambahkan, sebagai konten kreator profesional harus bisa menempatkan diri dan membuat konten yang berkualitas. Sebab ia sadar membawa nama hotel yang direview sehingga membuat konten yang bermutu sehingga klien puas dan pesan sampai ke sasaran.

Pebisnis

Seraya bekerja sebagai konten kreator, perempuan yang lahir pada 7 februari 1992 ini menjalankan bisnis sepatu. Dibantu suaminya, kini bisnisnya telah memiliki dua cabang di Bali dan Jakarta. Desain sepatu yang ditawarkan juga kekinian dan modern, desain yang diincar oleh anak-anak muda hingga dewasa.

Gegfia yang notabene lahir dari keluarga pembuat sepatu, membuatnya memiliki bekal mengembangkan bisnisnya. Ia menggeluti bisnis sepatu setelah lulus kuliah pada 2015 setelah menikah pada 2016 suaminya membantu di bagian manajemen sementara Gegfia bertugas sebagai PR dan desain.

"Awal bisnis itu kami perna ditipu pengrajin, dibohongi sampai rugi ratusan juga itu pernah. Sampai kerna corona kan terakhir di Bali udah rugi juga. Sejauh ini hambatannya lebih banyak di SDM. Tapi kami enggak putus asa karena udah tahu celahnya akhirnya memutuskan pindah ke Jakarta dan Alhamdulillah di sini kita buka tempat produksi," pungkasnya.

Selain memproduksi sepatunya sendiri, rumah produksi bisnisnya juga terbuka bagi brand lain yang ingin memproduksi sepatu. Sudah banyak brand yang bekerjasama dengan bisnisnya. Lebih dari seribu pasang sepatu brand mitra yang memproduksi sepatu di Gegfia.

"Kesuksesan ini tak lepas dari kerja keras saya dengan suami, karena kami saling kerjasama kayak couple preneur biasa kerja bareng. Bisnis dan konten sama suami, didukung suami orang seni jadi dia ngerti taste," ungkapnya.

Gegfia berharap dengan kerja kerasnya selama ini, ia ingin menjadi konten kreator yang berpengaruh bagi negara dan masyarakat. Bonusnya, bisnis yang ia geluti juga dikenal oleh masyarakat luas.