Kisah Ganjar dan Bupati Triono Menggagas Bandara JB Soedirman Purbalingga

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Purbalingga - Kamis (3/6/2021), menjadi hari bersejarah bagi Kabupaten Purbalingga. Mimpi panjang memiliki bandara komersial akhirnya terwujud. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyebut momen membahagiakan ini dengan the dream comes true, mimpi yang jadi nyata.

Ganjar datang langsung ke Purbalingga untuk menyaksikan pendaratan penerbangan komersial perdana di Bandara Jenderal Besar Soedirman (JBS). Ia mengisahkan sejarah berdirinya bandara kebanggaan warga Purbalingga ini.

Tahun 2006, ketika ia masih duduk sebagai anggota DPR RI, Ganjar berbincang dengan Bupati Purbalingga kala itu, Triono Budi Sasongko perihal gagasan membangun bandara komersial di Purbalingga.

Saat itu, gagasan itu terdengar seperti ide besar yang tak mudah diwujudkan. Maka perlu dukungan bupati lain di sekitar Purbalingga agar gagasan itu menjadi mungkin diwujudkan.

"Ini seperti the dream comes true, sejak saya masihanggota DPR RI, sejak pak Triono jadi bupati, lima bupati mendukung, sejarah panjang itu hari ini terwujud, sudah ada pesawat yang mendarat," kata Ganjar.

Gagasan itu berlanjut dari satu Bupati ke Bupati Purbalingga yang lain. Mulai dari Heru Sudjatmoko, Sukento Marhaendrianto, Tasdi, hingga Diah Hayuning Prartiwi.

Diresmikan pada Masa Bupati Tiwi, Anak Triono

Peresmian Bandara Jenderal Besar Soedirman (JBS), Purbalingga. (Foto: Liputan6.com/Humas Pemkab PBG)
Peresmian Bandara Jenderal Besar Soedirman (JBS), Purbalingga. (Foto: Liputan6.com/Humas Pemkab PBG)

Dari sekian generasi, Bandara JBS baru terealisasi pada era kepemimpinan Tiwi, Bupati Purbalingga perempuan pertama sekaligus putri Bupati Triono, penggagas bandara komersial.

"Ini mimpi besar yang sudah ditunggu. Sudah dirintis sejak 2006, yang artinya sudah 15 tahun. Suatu pencapaian yang luar biasa," ujar Tiwi saat memberi sambutan di hadapan tamu undangan momen penerbangan komersial perdana.

Namun, Tiwi berulang kali mengatakan bandara JBS bukan saja untuk masyarakat Purbalingga. Bandara juga milik masyarakat banyak, khsusunya di eks Karisidenan Banyumas.

Karena itu, ia mengajak segenap masyarakat untuk memakmurkan Bandara JBS agar manfaatnya bisa dirasakan bersama. Lebih jauh, bandara diharapkan menjadi pengungkit perekonomian kawawasan, khususnya Jawa Tengah bagian barat selatan.

"Harapannya tiga atau empat tahu ke depan bisa mendarat pesawat boing," tuturnya.

Citilink Jadi Maskapai Perintis

Peresmian Bandara Jenderal Besar Soedirman (JBS), Purbalingga. (Foto: Liputan6.com/Humas Pemkab PBG)
Peresmian Bandara Jenderal Besar Soedirman (JBS), Purbalingga. (Foto: Liputan6.com/Humas Pemkab PBG)

Citilink menjadi maskapai penerbangan pertama yang mendaratkan pesawatnya di Bandara JBS. Citilink membuka dengan rute penerbangan Surabaya-Purbalingga dan Jakarta-Purbalingga.

Tanggal 3 Juni ini, pesawat ATR 72 milik Citilink dengan nomor penerbangan QG 1832 terbang dari Bandara Juanda Surabaya pukul 10.30 WIB. Pesawat mendarat di Bandara JBS pukul 11.05 WIB.

Pesawat yang sama dengan nomor penerbangan QG 1113 kemudian tinggal landas ke Bandara Halim Perdana Kusuma pukul 11.50 WIB. Pesawat dijadwalkan tiba di Halim pukul 13.10 WIB.

Pada hari yang sama, pesawat itu melanjutkan penerbangan dari Jakarta ke Purbalingga dengan nomor penerbangan QG 1112 pukul 13.40 WIB dan tiba pukul 14.50 WIB. Dari Purbalingga terbang lagi ke Surabaya dengan nomor penerbangan QG 1833 pukul 15.15 WIB dan tiba pukul 16.50 WIB.

“Dengan adanya moda transportasi yang lebih cepat dan efisien seperti penerbangan, maka diharapkan tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga dapat mengakomodir peningkatan arus barang dan jasa lebih baik,” ujar Direktur Utama Citilink, Juliandra, Kamis (3/6/2021).

Simak Video Pilihan Berikut Ini: