Kisah Gol Tangan Tuhan yang Sebenarnya: Saat Maradona Nekat Main Tarkam di Pinggiran Napoli demi Bantu Orang Miskin

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Mendiang Diego Maradona sangat mahsyur dengan anekdot gol tangan tuhan, satu di antara gol yang paling kontroversial sepanjang masa di Piala Dunia 1986.

Namun, cerita berikut ini bukanlah tetang gol yang mengantarkan Argentina juara pada edisi itu.

Di sebuah kampung miskin pinggiran Naples (Napoli), awal 1980-an, Maradona nekat mengikuti laga amal antarkampung, demi membantu orang. Dia bahkan menentang klubnya, Napoli, yang melarang para pemain tampil di luar klub.

Fakta ini diungkapkan oleh mantan rekan-rekan sang legenda, satu di antaranya Bruno Bruscolotti.

“Ketika Pietro Puzone, rekan satu tim kami, meminta kami untuk membantu orang tua dari seorang anak yang perlu menjalani operasi yang sangat mahal pada matanya dan tidak punya uang, Diego langsung mengiyakan,” jelas Bruscolotti dikutip dari Football Italia, Sabtu (28/11/2020).

Penduduk setempat merekam pertandingan yang langka itu.

“Dia pernah mengalami bagaimana rasanya menjadi miskin, jadi dia tidak ragu untuk membantu orang lain dalam situasi itu. Dia akan membagikan uang kepada pelayan dan pencuci piring, tapi itu bukan apa-apa. Dia terus melakukan pekerjaan amal. Dia mengajari kami begitu banyak, dan tidak hanya di lapangan sepak bola," katanya.

Banyak rekan setim yang menceritakan kisah saat Maradona datang ke Acerra, pinggiran Napoli, dengan seluruh skuad dan mengenakan seragam. Mereka bermain di lapangan berlumpur pada tahun 1984.

Diego Maradona, sang legenda itu, hanya melakukan pemanasan di parkir mobil sebelum bermain di lapangan tanpa rumput itu.

Gol Tangan Tuhan yang Sebenarnya

Pemain sepak bola Napoli Diego Maradona (tengah) mencoba menghindari tekel pemain Bordeaux Jean Tigana (kanan) disaksikan Alain Roche pada pertandingan final UEFA di Bordeaux, Prancis, 23 November 1988. Sebelum meninggal, Maradona dilaporkan menjalani operasi otak. (AFP PHOTO AFP/AFP/sjw)
Pemain sepak bola Napoli Diego Maradona (tengah) mencoba menghindari tekel pemain Bordeaux Jean Tigana (kanan) disaksikan Alain Roche pada pertandingan final UEFA di Bordeaux, Prancis, 23 November 1988. Sebelum meninggal, Maradona dilaporkan menjalani operasi otak. (AFP PHOTO AFP/AFP/sjw)

Napoli tidak memberikan izin pemainnya mengikuti pertandingan tersebut, karena asuransi tidak akan menanggung para pemain dalam kondisi ini, jadi Diego Maradona yang membayarnya sendiri.

Wasit pertandingan itu, Pasquale Castaldo, mengungkapkan detail menarik lainnya kepada Corriere dello Sport.

“Dia mencetak gol dengan teknik tangan Tuhan, tapi saya melarangnya. Semua orang mengira saya akan meniup peluit karena off-side, tapi saya membuat gerakan handball. Dia mengakuinya dan memberi selamat kepada saya saat peluit akhir berbunyi," katanya.

“Saya telah menceritakan kisah ini kepada anak-anak dan cucu saya. Saya tidak akan pernah melupakan pertandingan itu."

Maradona mencoba trik yang sama beberapa tahun kemudian melawan Inggris, tetapi wasit saat itu tidak setajam Castaldo.

Namun, bagi rekan-rekan Maradona di Napoli, bukan gol tangan tuhan ke gawang Inggris yang mahsyur sampai saat ini. Sang legenda menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk membantu orang-orang miskin.

Penghormatan dari Napoli

Fans Napoli berkumpul di luar Stadion San Paolo, Napoli, dan ada yang mengibarkan bendera bergambar Diego Maradona, Jumat (27/11/2020) dini hari WIB. (AFP/Filippo Monteforte)
Fans Napoli berkumpul di luar Stadion San Paolo, Napoli, dan ada yang mengibarkan bendera bergambar Diego Maradona, Jumat (27/11/2020) dini hari WIB. (AFP/Filippo Monteforte)

Napoli, klub dan fans, memberikan penghormatan terakhir pada Diego Maradona. Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis mengungkapkan telah mengerjakan serial TV tentang Maradona.

Maradona, yang dianggap sebagai pemain sepak bola terhebat dalam sejarah, mencapai puncak kariernya di Serie A bersama Napoli dari 1984-1991.

De Laurentiis juga menyarankan untuk mengganti nama Stadio San Paolo menjadi Stadio San Paolo-Maradona.

“Untuk Napoli, dia mewakili segalanya,” kata De Laurentiis.

Sumber: Football Italia