Kisah Guru Ngaji yang Nganggur sejak Adanya COVID-19

Syahdan Nurdin, pppadaqu
·Bacaan 1 menit

VIVA – Satu tahun melawan Covid-19 memang tak mudah. Masyarakat dituntut harus tetap produktif di masa yang serba terbatas. Di sisi lain, faktor kesehatan juga tak boleh dilupakan.

Hal itu pula yang dialami oleh para guru ngaji di berbagai pelosok negeri, seperti salah satunya Ustadzah Maria Ulfah. Wanita 47 tahun itu adalah seorang guru ngaji privat di Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Banten.

Selain menjadi ibu rumah tangga, ia disibukkan dengan menjadi guru ngaji. Ia kerap berkeliling dari satu rumah ke rumah lainnya untuk mengajar ngaji anak-anak. Aktivitas menjadi guru ngaji privat sudah dijalani ustadzah Maria sejak lima tahun. Anak perempuannya juga terkadang ikut membantu ketika permintaan mengajar privat tak dapat ia penuhi semua.

"Alhamdulillah, sudah lama, ada lima tahun, kadang juga gantian sama anak," ujar Ustadzah Maria.

Menurutnya, menjadi guru ngaji adalah panggilan hati. Ilmu agama yang dimilikinya akan lebih berkah jika diajarkan kepada orang lain. Di sisi lain, ia pun ingin membantu perekonomian keluarga meski penghasilan dari mengajar ngaji tak seberapa.

Namun, itu semua merupakan cerita sebelum Covid-19 datang. Saat ini Ustadzah Maria tak lagi dapat mengajar karena adanya Covid-19. Kesehariannya pun hanya mengurus rumah tangga. Serta penghasilan dari mengajar pun kini sudah tak ada.

"Tapi selama corona ini, anak-anak juga belajar online, kan, jadi saya juga libur," ungkapnya.

Terlebih, Ustadzah Maria masih dalam suasana berkabung sebab sang suami meninggal dunia beberapa hari sebelumnya, tepatnya pada Senin (5/7). Selama ini, suaminyalah yang mengatar Ustadzah Maria ketika mengajar.

Melihat perjuangan keras dari Ustadzah Maria, PPPA Daarul Qur'an pun mengunjungi kediamannya sekaligus menyalurkan bantuan berupa paket sembako pada Rabu (7/6). Sesampainya di sana ternyata rumah Ustadzah Maria pun masih ngontrak.

"Terima kasih kepada PPPA Daarul Qur'an dan para donatur, semoga Allah limpahkan keberkahan dunia dan akhirat," ucap Ustadzah Maria. [