Kisah Hamid, Suku Baduy Kini Mualaf

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Perkenalkan, Hamid Bambang Kusumo. Usianya 28 tahun. Panggil saja Hamid. Hamid bukan nama yang dia sandang sejak lahir, tapi Aldi. Dia berganti nama sejak memutuskan mengucap syahadat, sebuah ikrar umat Islam untuk seseorang yang mewakafkan dirinya menjadi seorang muslim.

"Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah," bunyi arti kalimat syahadat.

Foto-foto Hamid Bambang Kusomo (28) saat ditemui di pemukiman mualaf yang berbatasan dengan daerah adat Baduy. Hamid membulatkan keinginan memeluk agam Islam dengan tinggal di pemukiman warga Muslim yang dibangun sejumlah yayasan, kurang lebih setahun lalu. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Foto-foto Hamid Bambang Kusomo (28) saat ditemui di pemukiman mualaf yang berbatasan dengan daerah adat Baduy. Hamid membulatkan keinginan memeluk agam Islam dengan tinggal di pemukiman warga Muslim yang dibangun sejumlah yayasan, kurang lebih setahun lalu. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Hamid terlahir sebagai Suku Baduy, suku yang menetap di wilayah Lebak, Banten. Suku ini sangat dikenal dengan suku yang menjaga keseimbangan hidup dengan alam dan sederhana meski mereka ada di tengah kepungan kemajuan zaman.

Hamid sendiri terlahir dengan memeluk kepercayaan Sunda Wiwitan, kepercayaan yang dianut mayoritas warga Baduy.

Aldi yang berganti nama muslim menjadi Hamid Bambang Kusomo (28) saat ditemui di pemukiman mualaf yang berbatasan dengan daerah adat Baduy. Aldi mengaku memeluk Islam setelah mendatangi pemukiman mualaf yang tidak jauh dari Baduy luar. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Aldi yang berganti nama muslim menjadi Hamid Bambang Kusomo (28) saat ditemui di pemukiman mualaf yang berbatasan dengan daerah adat Baduy. Aldi mengaku memeluk Islam setelah mendatangi pemukiman mualaf yang tidak jauh dari Baduy luar. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Hamid resmi memeluk agama Islam sebelum bulan Ramadan tahun lalu atau lebih tepatnya sekitar April 2020. Dia menjadi mualaf bersama dengan istrinya bernama Sani, Nemah anak pertamanya, serta Anifah anak keduanya. Kini Sani juga telah berganti nama menjadi Siti Aisah.

Hamid mengatakan, tidak ada paksaan atas keputusannya untuk memeluk Islam bersama dengan keluarga kecilnya. Dia memutuskan untuk menjadi mualaf sesuai dengan niat hatinya.

Istri dan anak Hamid Bambang Kusomo (28) saat ditemui di pemukiman mualaf yang berbatasan dengan daerah adat Baduy. Hamid mengaku nyaman menetap di pemukiman warga muslim tersebut. Puasa Ramadhan 2021 menurutnya menjadi momentum untuk meningkatkan belajar agam Islam. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Istri dan anak Hamid Bambang Kusomo (28) saat ditemui di pemukiman mualaf yang berbatasan dengan daerah adat Baduy. Hamid mengaku nyaman menetap di pemukiman warga muslim tersebut. Puasa Ramadhan 2021 menurutnya menjadi momentum untuk meningkatkan belajar agam Islam. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Dalam keputusannya menjadi mualaf, Hamid dan istrinya mendapatkan restu dari orangtuanya yang juga suku Baduy dan memeluk kepercayaan Sunda Wiwitan.

Begitu pun dengan saudara-saudaranya. Hamid yang merupakan putra kedua di keluarganya, memiliki 1 kakak perempuan dan 5 orang adik. Adik Hamid adalah tiga orang laki-laki dan dua perempuan yang juga masih tinggal di Baduy.

Hamid Bambang Kusomo (28) saat ditemui di pemukiman mualaf yang berbatasan dengan daerah adat Baduy. Meskipun keluar dari adat Baduy dan meninggalkan kepercayaan Sunda Wiwitan, hubungan Hamid bersama keluarga tetap baik. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Hamid Bambang Kusomo (28) saat ditemui di pemukiman mualaf yang berbatasan dengan daerah adat Baduy. Meskipun keluar dari adat Baduy dan meninggalkan kepercayaan Sunda Wiwitan, hubungan Hamid bersama keluarga tetap baik. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Begitu pun dengan saudara-saudaranya. Hamid yang merupakan putra kedua di keluarganya, memiliki 1 kakak perempuan dan 5 orang adik. Adik Hamid adalah tiga orang laki-laki dan dua perempuan yang juga masih tinggal di Baduy.

Meskipun Hamid memilih untuk keluar dari Baduy, namun hubungannya dengan keluarganya tetap berjalan dengan baik.

Bahkan, ia mengatakan bahwa keluarganya kerap mengunjunginya dengan mengenakan pakaian suku Baduy. Tak hanya keluarga Hamid, keluarga istrinya juga sering mengunjungi bahkan menginap di rumahnya.

Aldi yang berganti nama muslim menjadi Hamid Bambang Kusomo (28) saat ditemui di pemukiman mualaf yang berbatasan dengan daerah adat Baduy. Komunitas Adat Suku Baduy selama ini dikenal sebagai penganut kepercayaan Sunda Wiwitan. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Aldi yang berganti nama muslim menjadi Hamid Bambang Kusomo (28) saat ditemui di pemukiman mualaf yang berbatasan dengan daerah adat Baduy. Komunitas Adat Suku Baduy selama ini dikenal sebagai penganut kepercayaan Sunda Wiwitan. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Saat keluarga dari Baduy mengunjunginya, Hamid mengatakan ia dan istrinya tetap menjalankan ibadah salat sebagaimana biasanya.

Hamid pun juga masih tetap sering berkunjung ke Baduy Dalam. Dia bersyukur, keputusannya menjadi mualaf ini tak merubah hubungannya dengan keluarganya.

Keluarga Hamid Bambang Kusomo (28) saat ditemui di pemukiman mualaf yang berbatasan dengan daerah adat Baduy. Dalam memeluk agama Islam, Hamid tidak sendirian. Ia mengajak istrinya yang berasal dari kampung adat Baduy Dalam secara perlahan untuk memeluk Islam. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Keluarga Hamid Bambang Kusomo (28) saat ditemui di pemukiman mualaf yang berbatasan dengan daerah adat Baduy. Dalam memeluk agama Islam, Hamid tidak sendirian. Ia mengajak istrinya yang berasal dari kampung adat Baduy Dalam secara perlahan untuk memeluk Islam. (Liputan6.com/Herman Zakharia)