Kisah Haru Ibu Jualan Sayur Keliling, Sekolahkan Anak hingga Sarjana

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Orangtua selalu mengusahakan yang terbaik untuk anak-anaknya, tidak terkecuali seorang ibu yang berjualan sayur keliling sebagai mata pencaharian utamanya. Itulah yang dialami seorang ibu bernama Lani Yuliana (45) dari Lebak, Banten.

Dilansir dari Brilio.net yang bersumber dari Antara.com, ibu Lani mengaku sudah menjadi pedagang keliling selama 15 tahun demi mengantarkan anaknya menjadi sarjana. Baginya, mendapatkan pendidikan yang baik untuk anaknya merupakan suatu prioritas.

Dengan bermodal semangat dan uang Rp 800 ribu, Lani memulai usahanya sebagai pedagang sayur keliling dengan berjalan kaki. Sudah tidak terhitung berapa kilometer jalan yang dilalui, ke mana saja kakinya melangkah selama sayuran bisa dijajakan. Semua itu demi nasib yang lebih baik untuk anak tercinta.

Bangga anak dapat pendidikan yang bagus

ilustrasi ibu jualan di pasar/dwsntx/Shutterstock
ilustrasi ibu jualan di pasar/dwsntx/Shutterstock

"Berawal kesulitan ekonomi keluarga, mengingat pendapatan suami sebagai petugas pengamanan tidak mencukupi untuk kebutuhan makan dan biaya pendidikan anak," jelas Lani. Oleh karena itu Lani pun merasa perlu membantu perekonomian keluarganya.

Ia mengungkapkan bisa meraup keuntungan berjualan sayuran antara 75-100 ribu rupiah per hari. Pendapatan sebesar itu ia sisihkan untuk biaya pendidikan anak.

Ia juga bercerita setiap pagi buta sudah berangkat ke Pasar Rangkasbitung untuk berbelanja aneka sayuran. Jam tujuh pagi ia mulai berkeliling masuk dan keluar kampung di Rangkasbitung.

"Kami berjualan demi keluarga dan pendidikan anak, dan jangan sampai nasib anak seperti orangtuanya," katanya menjelaskan.

Kerja keras itu pun tidak sia-sia. Kesabarannya berbuah manis. Setelah menyelesaikan bangku kuliah, anak laki-lakinya diterima di salah satu perusahaan di Tangerang. Saking senangnya, Lani menuturkan anaknya sudah menerima gaji pertama senilai Rp 6,5 juta.

Tetapi itu tidak membuat ibu Lani berpuas hati. Dia tetap memilih berdagang sayur namun sekarang sudah tak perlu berjalan kaki lagi. Bu Lani kini menjajakan sayurnya menggunakan sepeda motor.

Melihat anak bahagia tentu akan membuat ibu bahagia, itu juga yang dirasakan Bu Lani. Tidak berlebihan jika pepatah mengatakan kasih ibu sepanjang masa dan tak terukur batasnya ya Sahabat Fimela.

#ElevateWoman with Fimela

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel