Kisah Haru Kakek dan Kedua Cucunya

·Bacaan 1 menit

VIVA – Terkadang kita sebagai manusia seringkali salah dalam menilai seseorang. Hanya melihat apa yang sedang terjadi saja kita sudah bisa menyimpulkan, padahal kita tidak tau apa yang sebenarnya terjadi.

Hal ini mungkin wajar, tapi jika dibiarkan hal ini justru menjadi tidak baik. Oleh karena itu, kali ini zeropromosi ingin memberikan sedikit kisah tentang kehidupan seorang kakek dengan kedua cucunya yang mungkin akan menginspirasi sobat zero semua.

Yuk simak kisahnya sampai habis! Diceritakan Ada seorang kakek dengan 2 orang anak yang masih kecil, mereka lagi naik kereta api ekonomi.

Di dalam kereta, anak-anak itu sangat ribut sehingga menggangu penumpang yang lain berlarian ke sana ke mari teriak-teriak tawa mewarnai keceriaan mereka.

Seorang ibu yang merasa sangat terganggu, berkata dengan suara keras "Aduh.. anak siapa sih ini? Tolong dijagain dengan baik dong.. Ribut dan mengganggu banget tau!!"

Kakek tersebut langsung menghampiri ibu itu dan berkata "Bu, maaf anak-anak tersebut sudah mengganggu. Tiga hari yang lalu mereka baru saja kehilangan kedua orangtuanya akibat kecelakaan pesawat. Sejak itu mereka tidak berhenti menangis dan baru hari ini saya melihat mereka tertawa saya tidak tega memberhentikan tawanya."

"oh.. " jawab Ibu itu dengan perlahan.
"Tapi ini akan kucoba suruh mereka diam deh...".
"Gak.. gak usah Pak. Biarkan aja.." sang ibu kemudian kembali ke tempat duduknya dan tidak bisa mengatakan apa-apa lagi sambil meneteskan air matanya.

Kini marahnya berubah menjadi sayang, bencinya jadi simpati. Ibu itu sangat senang melihat anak yatim piatu itu bisa tertawa lepas.

Sobat, yakinlah pada saat kita mau membuka mata hati dan pendengaran, pastilah hidup ini lebih mudah untuk dipahami.

Kebencian jadi kasih sayang, dendam jadi persahabatan. Tidak ada yang salah dalam kehidupan ini, yang salah adalah pada saat kita tidak berusaha mau mengerti tentang kehidupan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel