Kisah Heroik Kosmos, Penghadang Bomber Gereja Katedral Makassar

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kosmos, adalah orang yang paling berjasa dalam kasus bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar. Pria berusia 52 tahun itu adalah orang yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga di gereja yang berada di Jalan Kajoalalido, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar itu.

Pastur Kepala Gereja Katedral Makassar, Wilhelmus Tulak menuturkan saat L dan YSF hendak memaksa masuk ke dalam gereja untuk melakukan aksi bom bunuh diri, Kosmos lah satu-satunya orang yang menghalangi mereka. Kosmos nekat mencegat sejoli itu lantaran ia curiga dengan gerak-gerik keduanya.

"Yang tahan langsung pelaku masuk ke gereja ialah Kosmos," kata Wilhelmus saat dikonfirmasi, Senin (29/3/2021).

Saat itu, puluhan jemaat Gereja Katedral Makassar sedang melangsungkan Ibadah Palma. L dan YSF pun datang, Kosmos sempat melihat keduanya mampir di gerbang yang berada di sebelah utara gereja.

Wilhelmus menuturkan dua pelaku bom bunuh diri itu kemudian berpindah ke pintu gerbang yang berada di sebelah selatan gereja. Gerbang tersebut memang lebih dekat dari pintu masuk Gereja Katedral Makassar.

"Kosmos sejak itu sudah amati dan curiga. Karena mungkin pelaku menganggap jika gerbang utara jauh dari gereja, sehingga pergi ke gerbang sebelah selatan. Nah, Kosmos pun ketemu di gerbang selatan. Dia pun tahan pelaku, disitulah langsung meledak," jelasnya.

Setelah bom panci yang dibawa oleh L dan YSF meledak, Kosmos pun langsung lari masuk ke dalam gereja. Wilhelmus menyebutkan bahwa saat itu Kosmos sudah dalam kondisi penuh luka bakar di sekujur tubuhnya.

"Setelah ledakan, Kosmos masuk ke gereja ketemu dengan saya, sampaikan jika dia yang tahan pelaku. Rambutnya Kosmos itu sempat terbakar, sudah keriting. Muka juga bengkak dan merah karena terbakar," ucap dia.

Kondisi Terkini Kosmos

Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Listyo Sigit pun mengatakan bahwa kondisi kesehatan Kosmos kini berangsur membaik. Kosmos telah dipindahkan ke ruang perawatan setelah sebelumnya ditangani di ruang ICU Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.

"Saudara kosmos, satpam gereja Katedral Makassar kini sudah dipindahkan ke ruangan perawatan biasa," kata Listyo di Mapolda Sulsel, Senin (29/3/2021) sore.

Listyo menyampaikan rasa terima kasihnya Kosmos atas aksi heroiknya menghalangi dua pelaku bom bunuh diri yang berusaha merengsek masuk ke dalam Gereja Katedral Makassar.

"(Tindakannya) telah menyelamatkan masyarakat dan jemaat lain. Kami merasa prihatin sekarang sedang dirawat di rumah sakit polri karena lukanya dan semoga lekas sembuh," tutur Sigit.

Saksikan video pilihan di bawah ini: