Kisah Irjen Karyoto Belain Novel, hingga Bung Karno Radikal

Dusep Malik
·Bacaan 3 menit

VIVA – Berita terkait Novel Baswedan yang dilaporkan karena cuitannya soal meninggalnya Ustaz Maaher di dalam tahanan dan dibela oleh atasannya Irjen Karyoto menjadi perhatian berita terpopuler di News and Tranding VIVA.co.id sepanjang Selasa 16 Februari 2021.

Pada berita tersebut, Irjen Karyoto yang juga sebagai Deputi Penindakan KPK menyatakan akan memasang badan terhadap anak buahnya yaitu Novel Baswedan. Dan Irjen Karyoto berharap pada Kepolisian untuk betul-betul bijak memaknai pelaporan tersebut.

Kemudian, masih terkait sosok Irjen Karyoto yang membela Novel Baswedan juga turun menjadi perhatian pembaca VIVA berikutnya. Di mana Irjen Karyoto juga digadang-gadang jadi salah satu calon Kabareskrim yang jabatannya saat ini sedang kosong.

Lalu, yang tak kalah menarik dari pemberitaan VIVA adalah pernyataan dari Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, yang menyatakan bahwa sikap radikal itu bagus. Bahkan, Bung Karno juga disebutnya sosok yang radikal.

Kemudian, berita terpopuler lainnya adalah kisah wanita di Surabaya berinisial LLD yang tak sadar diceraikan oleh suaminya yang baru diketahui beberapa bulan kemudian, dan berita Brigjen Prasetijo yang mengakui terima uang dari Djoko Tjandra

Berikut rincian dari berita-berita tersebut:

1. Irjen Karyoto Pasang Badan Buat Novel Baswedan

Deputi Penindakan KPK, Irjen Karyoto dengan tegas akan membela Novel Baswedan sebagai anak buahnya di lembaga antirasuah yang dilaporkan ke Mabes Polri. Novel dilaporkan karena cuitannya soal meninggalnya ustaz Maaher di dalam tahanan.

"Prinsipnya, Novel adalah anggota saya dan apapun yang terjadi, saya wajib membantu ya. kalau dia dilaporkan, bagi pelapor mungkin dia sah-sah saja melapor ke polisi. Tapi paling tidak saya selaku atasan di sini mengharapkan bahwa polisi betul-betul bijak memaknai pelaporan itu," ujar Karyoto di Jakarta, Selasa 16 Februari 2021

Baca selengkapnya di sini

2. Sosok Irjen Karyoto yang Mau Jadi Pelindung Novel Baswedan

Aksi Inspektur Jenderal atau Irjen Karyoto jadi sorotan. Dia mengaku akan membela anak buahnya di KPK yakni Novel Baswedan yang dilaporkan terkait cuitannya soal ustaz Maaher. Novel dilaporkan karena dianggap melakukan hoaks.

Sebelumnya, penyidik senior KPK Novel Baswedan merasa miris mendengar kabar meninggalnya Ustaz Maaher At-Thuwailibi alias Soni Eranata di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri.

Novel meminta supaya aparat penegak hukum tidak keterlaluan dalam menangani perkara yang notabene bukan extraordinary crime.

Baca selengkapnya di sini

3. Mahfud: Indonesia Lahir karena Bung Karno Radikal

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Moh. Mahfud MD, menyatakan bahwa sikap radikal itu bagus. Bahkan, pendiri bangsa ini pun memiliki sikap tersebut.

"Jadi Indonesia itu lahir karena Bung Karno itu radikal," kata Mahfud dalam acara HUT ke-13 tvOne, Senin, 15 Februari 2021.

Mahfud mengatakan generasi Bung Karno itu radikal, membongkar sesuatu dari akarnya. Selain itu, kata dia, Islam juga berkembang karena radikal.

Baca selengkapnya di sini

4. Kisah Wanita di Surabaya Tak Sadar Diceraikan oleh Sang Suami

Seorang wanita di Surabaya, Jawa Timur, berinisial LLD mengalami nasib tak nyaman. Ia tak sadar bahwa sudah diceraikan oleh suaminya, SS (57 tahun), dan baru tahu beberapa bulan kemudian. Celakanya lagi, di dalam akta cerai, sang suami mengaku tidak memiliki anak dari perkawinannya dengan LLD. Karena itulah LLD kemudian melaporkan SS ke polisi atas tuduhan pemalsuan akta autentik.

Laporan sudah dilayangkan LLD ke Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur. Laporan itu diterima dengan tanda bukti Nomor TBL-B/90/II/RES.1.9/2021UM/SPKT Polda Jatim. Jadi klien kami ini, Bu Linda ini digugat (cerai) tapi tidak tahu. Tapi dalam suatu putusan si suami ini mengaku tidak punya anak," kata kuasa hukum LLD, Abdul Malik, pada Selasa, 16 Februari 2021.

Baca selengkapnya di sini

5. Akui Terima Uang Djoko Tjandra, Brigjen Prasetijo Minta Maaf ke Polri

Mantan Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri, Brigjen Prasetijo Utomo mengaku pernah menerima uang sejumlah US$20 Ribu terpidana Djoko Tjandra. Uang itu diterima Prasetijo melalui rekan Djoko Tjandra, Tommy Sumardi.

Demikian disampaikan jenderal polisi bintang satu itu saat membacakan nota pembelaan atau pleidoi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin malam, 15 Februari 2021.Dia mengaku hanya menerima senilai tersebut, tidak lebih dan tidak kurang.

Baca selengkapnya di sini