Kisah Joshua Kimmich Jadi Penentu di Laga Dortmund Vs Bayern

Riki Ilham Rafles
·Bacaan 1 menit

VIVA – Sosok Joshua Kimmich jadi sorotan jelang Bayern Munich melawat ke Signal Iduna Park, markas Borussia Dortmund dalam pekan ketujuh Bundesliga, Minggu dini hari WIB 8 November 2020. Sebab, pemain berusia 25 tahun itu punya kisah positif.

Kimmich jadi penentu dalam duel Dortmund vs Bayern sepanjang 2020 ini. Sebelumnya kedua tim sudah bertemu dua kali. Yang pertama dalam pekan ke-28 Bundesliga musim lalu.

Bayern memenangkan pertandingan yang berlangsung di Signal Iduna Park dengan skor 1-0. Kimmich menjadi pencetak satu-satunya gol ketika pertandingan memasuki menit 43.

Pertemuan berikutnya adalah Piala Super pada 1 Oktober 2020 lalu di Allianz Arena. Bayern menang dramatis 3-2, dan gol penentu kemenangannya dicetak oleh Kimmich pada menit 82.

Selalu bisa menjadi penentu kemenangan Bayern di laga penting sekelas Der Klassiker membuat Kimmich dianggap sebagai pemain bermental monster.

"Joshua Kimmich adalah seorang profesional sejati. Bermental monster," tutur pelatih Bayern, Hansi Flick, dikutip dari laman resmi klub.

Kimmich selalu bisa memberikan kontribusi maksimal untuk tim. Di situasi sulit, dia bekerja keras bagaimana membuat Bayern mengembalikkan keadaan.

"Dia selalu hadir dalam permainan. Dia tidak pernah menyerah. Dia selalu coba maju, juga memiliki kualitas yang luar biasa dalam menguasai bola," tutur Flick.

Kelebihan pemain Timnas Jerman itu juga adalah umpannya yang akurat dan eksekusi bola mati di atas rata-rata. Flick merasa senang dengan apa yang sudah ditunjukkan oleh Kimmich.

"Umpan dan eksekusi bola matinya memiliki kualitas luar biasa. Itulah mengapa dia bermain untuk Bayern dan mengapa kami juga sangat sukses bersamanya," katanya.

Peran Kimmich amat dinanti dalam Der Klassiker dini hari WIB nanti. Karena saat ini posisi Bayern dan Dortmund di klasemen sama-sama mengoleksi 15 poin.

Kemenangan dalam laga ini akan membuat Bayern menjauhi sementara kejaran dari Die Borussien dan itu menguntungkan.