Kisah Kasih Sempurna Real Madrid Vs Liverpool di Liga Champions

Bola.com, Jakarta - Beragam reaksi publik muncul ketika hasil undian babak 16 besar Liga Champions 2022/2023 nongol. Satu di antaranya berkat keberadaan Liverpool Vs Real Madrid.

Tak sedikit yang mengatakan, perjumpaan dua raksasa adalah final yang datang terlalu dini. Berlebihan? Tentu saja tidak. Baik Madrid, maupun Liverpool adalah dua klub beken dengan sejarah gemilang di kompetisi domestik maupun zona Eropa.

Sejauh ini, Real Madrid sudah 14 kali jawara Liga Champions yang membuat mereka bercokol di tempat teratas pengoleksi gelar. Sementara itu, The Reds, sudah enam kali.

Tiada Tanding

Di Inggris, tak ada yang sehebat Liverpool. Oleh karena itu, menarik untuk menanti, siapa yang akan memenangkan duel, baik laga leg 1 maupun laga leg 2. Rencananya, duel keduanya bakal berlangsung pada 21 Februari 2023 dan 15 Maret 2023.

Satu yang pasti, Liverpool pernah menyingkirkan Real Madrid pada babak 16 besar Liga Champions. Momen itu terjadi pada 2008/2009.

Kalah Tipis

Saat menjamu Si Merah di Santiago Bernabeu, Real Madrid keok 0-1. Bertekad menuntaskan dendam, tim yang saat itu ditukangi Juande Ramos membidik kemenangan pada laga leg kedua di Anfield.

Nyatanya, Real Madrid kembali terkapar dan kali ini sungguh memilukan. Turun dengan kekuatan penuh, Iker Casillas dkk malah kalah telak, empat gol tanpa balas.

Berkat Torres

Fernando Torres membuka keunggulan tuan rumah pada menit ke-16. Torres sukses memaksimalkan umpan menawan Dirk Kuijt. Beberapa menit sebelumnya, Torres nyaris mencatatkan namanya di papan skor.

Casillas sempat memberikan isyarat kepada pemain bertahan Real Madrid, yang dimotori Fabio Cannavaro untuk tenang alias ojo panik. Tapi, setelah ditaklukkan Torres, Casillas tampak memelas.

Tersisa Legenda

Penjaga gawang kawakan itu seakan kehilangan magisnya, menyusul tiga gol tambahan Liverpool via Steven Gerrard (2) dan Andrea Dossena. Seharusnya neraka di Anfield itu tak perlu terjadi, karena Real Madrid punya tembok-tembok kelas dunia macam Cannavaro, Sergio Ramos, juga Pepe.

Cannavaro dibentuk dalam tradisi besar bek tengah Italia. Pada 2006, sebagai kapten, dia membawa Italia memenangkan Piala Dunia yang mengantarkannya meraih Ballon d'Or.

Tapi, di malam seribu bintang itu, Cannavaro gagal menjalankan tugasnya dengan sempurna. Tak ada tekel cerdasnya seperti yang selalu dia banggakan kala memperkuat Gli Azzurri, Napoli, Inter Milan, dan Juventus.

Reaksi Sedih

Dia sepertinya sangat tersiksa dengan permainan indah ala Madrid. Casillas, Cannavaro, dan semua pemain Real Madrid meninggalkan Anfield dengan kepala tertunduk.

Mereka baru saja merasakan 'pembantaian' dengan cara yang begitu sistematis. Ribuan fans Liverpool yang memadati stadion melepas kepergian mereka dengan gemuruh sorak-sorai kemenangan. Pedih.

Sumber: Planetfootball