Kisah kebal Hercules ditembak matanya hingga tembus

MERDEKA.COM. Siapa yang tidak kenal dengan pria yang satu ini, Hercules. Pria yang terkenal sebagai penguasa Tanah Abang ini, adalah mantan pejuang yang mendukung NKRI ketika Timor-Timur sedang bergejolak karena ada beberapa pemberontak yang ingin melepaskan diri dari NKRI.

Sempat meniti karir sebagai mekanik di Jakarta Timur awal tahun 1987, Hercules memutuskan meninggalkannya dan pindah ke Tanah Abang. Dan di situlah dia membangun karir menjadi seorang yang ditakuti seantero Tanah Abang.

Banyak kelompok preman bertikai ketika itu, menurut kabar hampir tiap hari Hercules terlibat pertikaian antar geng. Meskipun demikian dia mengaku belum pernah sekali pun membunuh orang.

Seiring waktu, Hercules makin ditakuti di daerah yang terkenal keras tersebut. Musuhnya satu demi satu dikalahkannya. Hal itu diraihnya dari pertarungan-pertarungan itu, bahkan di masyarakat telah menjadi buah bibir bahwa Hercules mempunyai ilmu kebal.

Hal itu tersebar karena suatu ketika Hercules terlibat dalam sebuah pertarungan, dan sudah terkepung oleh musuh yang belasan orang. Tubuh Hercules dicabik-cabik, kabarnya ada 16 luka bacok yang dia terima. Musuhnya berpikir Hercules akan mati, tapi nyatanya pria bernama lengkap Hercules Rozario Marshal ini masih hidup sampai sekarang.

Satu cerita yang lebih menghebohkan terkait Hercules kehilangan mata kanannya. Kabarnya dalam sebuah pertikaian antar preman, Hercules tertembak dari jarak dekat.

Peluru itu pun sampai tembus ke belakang kepalanya. Namun lagi-lagi Hercules berhasil selamat. Berkali-kali lolos dari kematian, Hercules tidak mengakui dirinya kebal, dia hanya bersyukur atas doa orang-orang di sekitarnya yang mendoakan dia selamat.

Hercules memang terkenal dermawan kepada orang-orang miskin, yatim piatu, bahkan pada korban bencana alam. Saat ini, pria yang berperawakan kurus ini mendirikan ormas sayap Partai Gerindra, Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB).

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.