Kisah kecelakaan maut dan kematian ulama besar KH Wahid Hasyim

MERDEKA.COM. Ustaz Jeffry Al Buchori meninggal dalam kecelakaan lalu lintas. Motor Kawasaki ER-6n miliknya hancur lebur di kawasan Pondok Indah. Ustaz Jeffry atau Uje merupakan ulama muda yang tengah naik daun. Ceramahnya segar dan bisa diterima hampir semua kalangan di Indonesia.

Rakyat pun berduka karena ditinggal seorang pendakwah muda yang sangat potensial untuk Agama Islam. Saat meninggal usia Uje baru 40 tahun.

Meninggalnya Ustaz Jeffry mengingatkan pada kecelakaan yang menimpa KH Wahid Hasyim. Seorang ulama yang sangat kharismatik dan berwawasan luas. KH Abdul Wahid Hasyim adalah ayah Gus Dur dan pernah menjabat sebagai menteri agama Republik Indonesia.

Wahid Hasyim dikenal karena nasionalismenya. Dia berjasa besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia dan pembangunan umat Islam setelah kemerdekaan. Dia pula yang memodernisasi kurikulum pendidikan di pesantren.

Sabtu 18 April 1953, KH Wahid Hasyim meluncur ke Sumedang untuk mengikuti rapat Nahdlatul Ulama (NU). Gus Dur kecil ikut bersama ayahnya di dalam mobil Chevrolet.

Di daerah Cimindi, jalan antara Cimahi dan Bandung, cuaca hujan dengan kabut yang mengganggu pandangan. Terjadilah kecelakaan maut itu. Mobilnya selip, sopir tak mampu menguasai mobil hingga membentur bak belakang truk.

Saking kerasnya tabrakan, tubuh KH Wahid Hasyim terlempar keluar. Pertolongan datang sangat terlambat. Ambulans baru datang pukul 16.00 WIB, sekitar tiga jam setelah kecelakaan.

KH Wahid Hasyim dibawa ke rumah sakit. Sayang, nyawanya tak tertolong. Keesokan harinya dia meninggal, dalam usia 38 tahun. Berakhirlah jejak emas pengabdiannya untuk negara ini dan dunia Islam.

Gus Dur kecil selamat dari kecelakaan itu. Kelak Gus Dur menjadi presiden Indonesia keempat.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.