Kisah Kesetiaan di Balik Arloji Pekerja Kapal Titanic yang Laku Dilelang Rp 1,8 M

Merdeka.com - Merdeka.com - Berbagai barang-barang peninggalan kapal pesiar Titanic yang tenggelam 110 tahun lalu telah laku dijual pada berbagai tempat lelang. Seperti salah satu tempat lelang asal Inggris bernama Aldridge & Sons yang berhasil menjual 266 barang-barang peninggalan Titanic dalam lelang yang dilakukannya.

Salah satu barang yang berhasil dijual dalam lelang adalah arloji saku merek Ingersoll dengan rantai logam kuning dan fob pita hitam compang-camping. Arloji saku itu laku dilelang seharga USD 116.000 atau Rp 1.8 miliar kepada pembeli tak bernama.

"Pada masanya, itu akan menjadi arloji dengan kualitas yang masuk akal dan murah," jelas direktur tempat lelang, Andrew Aldridge, dikutip dari Art News, Kamis (24/11).

Tempat lelang Aldridge & Sons sendiri diketahui sebagai tempat lelang yang menjual barang-barang peninggalan kapal Titanic.

"Itu berakhir dengan kami karena kami adalah pemimpin dunia dalam penjualan memorabilia Titanic," jelas Aldridge.

Arloji saku yang laku dilelang itu diketahui milik seorang tukang pos dari Roxboro, North Carolina, Amerika Serikat (AS) bernama Oscar Scott Woody. Woody kala itu bertugas menyortir 3.364 kantong surat Titanic yang terkumpul di Kota Southampton, Cherbourg, dan Queenstown sebelum kapal berlayar ke New York, AS.

Woody sendiri bekerja selama 15 tahun di Layanan Surat Kereta Api (RMS) sebelum bergabung dengan Layanan Pos Laut.

Hari ketika Titanic tenggelam yaitu 14 April 1912 adalah hari yang sama Woody merayakan ulang tahun ke-44. Saat merayakan ulang tahun bersama dengan teman-temannya,

kapal tempat kerja Woody menabrak batu es. Woody dan teman-temannya pun segera mengamankan surat-surat agar tidak rusak terkena air.

Namun karena tetap setia kepada pekerjaan, Woody dan teman-teman pekerja pos tidak dapat menyelamatkan diri. Arloji saku Woody pun berhenti pukul 02.21 yaitu tepat ketika Woody tenggelam bersama Titanic.

Jenazah Woody beserta arloji sakunya berhasil diangkat kapal perbaikan dan pemasangan kabel bernama CS-Mackay Bennet pada 24 April 1912. Barang-barang milik Woody yang ditemukan dikirim kembali kepada istrinya.

Berdasarkan catatan kepemilikan, arloji saku milik Woody telah dipamerkan di Museum Pos Smithsonian, Perpustakaan Kepresidenan Ronald Reagan, dan Objek Wisata Titanic Museum AS.

Karena itu, arloji saku milik Woody adalah barang berharga yang menyaksikan tenggelamnya kapal Titanic.

“Setiap pria, wanita, dan anak-anak memiliki cerita untuk dibagikan. Memorabilia yang kami lelang menceritakan kisah-kisah itu,” ujar Aldridge.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]