Kisah Khomad Suharto, Bek Timnas Indonesia di Asian Games 2006 yang Kini Berjualan Lontong

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Khomad Suharto merupakan satu di antara pesepak bola berbakat yang pernah mendapat kesempatan membela Timnas Indonesia. Setelah pensiun, Khomad menggeluti bidang yang jauh dari sepak bola, yakni berjualan lontong kikil.

Khomad Suharto mengaku mulai menggeluti dunia bal-balan sejak duduk di bangku SMP. Dia pun sempat menimba ilmu di Persebaya junior pada 2003.

Bermain bagus bersama Persebaya junior, Khomad mendapat kesempatan untuk mengikuti seleksi Timnas Indonesia pada 2005. Setelah sempat memperkuat Timnas Indonesia U-19, Khomad Suharto mendapat kesempatan membela Timnas U-23 di Asian Games 2006.

Khomad yang saat itu baru berusia 21 tahun satu angkatan dengan Zulkifli Syukur, Ferry Rotinsulu, Jajang Mulyana, dan Ian Kabes. Sebelum berlaga pada Asian Games 2006 di Doha, Qatar, Khomad bersama 22 pemain lainnya menjalani pemusatan latihan di Belanda selama enam bulan.

Pemusatan latihan itu dipimpin Foppe de Haan, pelatih yang sukses membawa Timnas Belanda menjuarai Piala Eropa U-21 pada 2006 dan 2007. Meski menjalani pemusatan latihan di Belanda dan diasuh pelatih berpengalaman, Timnas Indonesia U-23 gagal meraih hasil bagus di Asian Games 2006.

Berada satu grup bersama Irak, Suriah, dan Singapura, Tim Garuda Muda hanya mampu menempati dasar Grup B putaran pertama dengan nilai satu. Hasil itu didapat setelah bermain imbang 1-1 kontra Singapura.

"Kami menjalani tiga pertandingan melawan Irak, Suriah, dan Singapura. Kami hanya mampu bermain seri lawan Singapura," kenang Khomad Suharto yang berposisi sebagai bek di Timnas Indonesia.

Sukses di PSCS Cilacap

Logo PSCS Cilacap (bola.com/Rudi Riana)
Logo PSCS Cilacap (bola.com/Rudi Riana)

Karier Khomad Suharto di level klub terbilang kurang oke. Pria yang kini berusia 35 tahun tersebut lebih sering memperkuat tim-tim medioker di liga Indonesia, mulai dari Persmin Minahasa, Persela Lamongan, Persegres Gresik United, Persebaya 1927, Deltras Sidoarjo, Persiba Bantul, dan PSCS Cilacap.

Dari klub-klub tersebut, prestasi terbaik Khomad adalah ketika berseragam PSCS Cilacap dari 2016 sampai 2017. Khomad Suharto turut membantu PSCS menjuarai Indonesia Soccer Championship B 2016

"Ketika di PSCS Cilacap saya meraih gelar juara (ISC B 2016), tetapi tidak ada promosi. Awalnya PSCS diasuh Aris Budi, terus diganti Gatot Barnowo," jelas Khomad.

Pria yang sudah menikah sejak 2009 itu memutuskan pensiun ketika telah berusia 34 tahun. Selain faktor usia, cedera lutut yang kerap kambuh menjadi alasan Khomad Suharto memilih untuk gantung sepatu.

"Ya, saya pensiun karena faktor usia ketika berumur 34 tahun, tetapi yang paling pasti karena cedera lutut," lanjutnya di kanal YouTube Pinggir Lapangan.

Berjualan Lontong

Salah satu kios 'Lenggang Jakarta' menyediakan menu Lontong Kikil, Jakarta, Jumat (17/4/2015). Kios 'Lenggang Jakarta' kini mulai ramai didatangi pengunjung. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Salah satu kios 'Lenggang Jakarta' menyediakan menu Lontong Kikil, Jakarta, Jumat (17/4/2015). Kios 'Lenggang Jakarta' kini mulai ramai didatangi pengunjung. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Pasca-pensiun, berbagai bidang usaha pernah dijalani oleh Khomad Suharto. Dia pernah berdagang pakaian wanita di depan Stadion Delta Sidoarjo pada akhir pekan.

Namun, akibat pandemi COVID-19 yang melanda membuat usaha berjualan pakaian Khomad bersama sang istri tak berjalan lancar.

Kini, demi membuat dapur di rumahnya tetap ngebul, Khomad menjajakan makanan. Berbekal ilmu memasak dari sang mertua, Khomad memberanikan diri untuk berjualan lontong kikil di Wonoayu, Sidoarjo.

"Saya baru buka dua bulan di sini. Saya yang masak sendiri, dan belajarnya langsung ke mertua. Saya berjualan ini insiatif sendiri, bukan karena permintaan mertua," jelas Khomad.

"Sebelum berjualan lontong kikil ini saya berdagang baju cewek bersama istri setiap Minggu di depan Stadion Delta Sidoarjo saat car free day. Tetapi akibat corona sekarang libur jualan baju, sekarang dagangannya ada di rumah," tuturnya.

Khomad Suharto mengaku menikmati usahanya berdagang makanan. Dia pun mengaku tak tertarik untuk kembali ke dunia sepak bola dan menjadi pelatih. Baginya, bisa berkumpul bersama keluarga jauh lebih penting dari apapun.

"Pelatih sudah banyak, nanti kalau melatih tidak bisa bersama anak-anak. Saya pasti meninggalkan anak-anak, kan kasihan mereka," kata Khomad.

Sumber: YouTube Pinggir Lapangan

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: