Kisah Kocak 4 Santri Panti Asuhan Dikhitan, Baca Doa hingga Syahadat Berulangkali

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Mamuju Khitanan massal yang dilaksanakan Lanal Mamuju dalam rangka Hari Kesehatan TNI AL diikuti 40 anak. Dari 40 anak, empat di antaranya merupakan santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Syahid Al-Hidayah Pambobongan Induk Mamuju.

Keempat santri yang sangat antusias ini, masing-masing Syahid (11), Irwandi (11), Purwonto (9) dan Irfan (9), mereka semua masih bersekolah di Madrasah Ibtidaiyah. Latar belakang mereka tak seperti anak lainnya, ada yang yatim dan ada pula yang sudah tidak diurus oleh keluarganya.

"Sehari-hari mereka tinggal di panti asuhan milik ponpes. Mereka anak-anak kami," kata Indrasana pendamping para santri kepada Liputan6.com, Sabtu (09/10/2021).

Saat khitanan berlangsung, para santri yang hanya dibekali pengetahuan seadanya terkait khitan kaget akan prosedur yang dilakukan. Untuk meredam rasa keget itu, mereka tidak hentinya melantunkan doa-doa serta mengucapkan dua kalimat syahadat secara berulang.

"Tadi Purwanto sempat kaget dan merasa sakit, sehingga sedikit mengamuk tak mau lagi disuntik. Tapi setelah kita bujuk untuk baca doa terus akhirnya dia tenang, yang lain berjalan lancar, tapi kaget juga," ujar Indrasana.

Indrasana menganggap khitanan massal Lanal Mamuju merupakan kesempatan para santri ini untuk menunaikan syariat Islam sebagai sorang laki-laki. Karena bagi mereka yang sudah tidak memilik orang tua dan terabaikan akan sedikit susah jika ingin khitan secara mandiri.

"Kita sangat bersyukur ada khitanan massal ini, sehingga anak-anak kami bisa menunaikan syariat Islam," ungkap Indrasana.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Apsresiasi Khitanan Massal

Purwanto (9) diberikan semangat oleh tim medis setelah prosedur khitannya selesai  (Liputan6.com/bdul Rajab Umar)
Purwanto (9) diberikan semangat oleh tim medis setelah prosedur khitannya selesai (Liputan6.com/bdul Rajab Umar)

Sedangkan, Pimpinan Yayasan Ponpes Syahid Al-Hidayah, Abdul Rasyid mengapresiasi khitanan massal Lanal Mamuju ini. Menurutnya, khitanan ini sangat membantu masyarakat yang saat ini kesusahan di tengah pendemi Covid-19.

"Kegiatan Lanal Mamuju ini yang sangat membantu masyarakat. Karena kita ketahui untuk khitanan massal ini membutuhkan kekuatan finansial, apa lagi anak-anak yang kami bawa ini termasuk golongan yang susah," ujar Rasyid.

"Semoga khitanan massal ini dapat menjadi agenda rutin Lanal Mamuju. Karena ini sangat membantu masyarakat," sambungnya.

Penanggung jawab Kesehatan Lanal Mamuju, Letda Laut (K) dr Feddy Manurung mengatakan, khitanan massal ini serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia. Untuk peserta, Lanal Mamuju diberikan target 20 anak, namun peserta yang terdaftar melebih target yang diberikan.

"Metode yang kita gunakan electrical cauter atau lebih dikenal masyarakat dengan laser. Kita memilih metode ini karena perdarahan yang minimil dan pengerjaannya juga cepat," ujar Freddy.

Freedy juga berpesan agar khitan ini tidak hanya dilakukan oleh yang beragama Islam saja, tapi juga agama lainnya. Karena menurutnya, khitan memiliki manfaat yang sangat besar bagi kesehatan alat reproduksi manusia.

"Semoga ke depan makin banyak masyarakat yang mau dikhitan, kaena ini sangat baik bagi kesehatan," tutup Freddy.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Simak Video Pilihan Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel