Kisah I Komang Sukarsana, Petani Kopi Binaan BI Bali yang Sukses Merajut Mimpi

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Denpasar Bagi sebagian orang, menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah pilihan pekerjaan yang paling banyak diminati. Selain memiliki berbagai fasilitas, hari tua pun terjamin. Hal itu pula yang ada di benak I Komang Sukarsana. Pemuda 36 tahun itu juga mendambakan pekerjaan sebagai abdi negara. Namun harapan itu kandas. Suratan tangannya tak menakdirkan ia menjadi pegawai negara. Di Denpasar, I Komang Sukarsana berjuang mencari kerja. Namun ia harus kembali ke kampung halamannya di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.

Sukarsana kemudian memilih menggeluti dunia tani. Ya, ia memang tumbuh dan besar di lingkungan pertanian. Salah satu yang terkenal di wilayahnya adalah kopi Kintamani. Ia pun menggeluti usaha pertanian. Ia merintis usaha Bali Arabica Coffee Kintamani. Tahun 2013 adalah titik balik kehidupan Sukarsana.

Lomba Wirausaha Muda Pemula berbasis teknologi (technopreneur) yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli bekerjasama dengan Kemenpora, BPPT dan Bank Indonesia (BI) Bali mengantarkannya menjadi pengusaha muda kopi Kintamani yang sukses.

Ide bisnisnya untuk pengembangan kopi Kintamani keluar sebagai finalis terbaik. Setahun berikutnya, is kembali terpilih sebagsi finalis empat besar wirausaha Bank Indonesia Bali. "Saya mendapatkan pelatihan, coaching untuk menjadi enterpreneur yang andal, mandiri dan berdaya saing dari Bank Indonesia," kata Sukarsana saat berbincang dengan Liputan6.com, Minggu (8/11/2020).

Dengan tekun Sukarsana melewati tahap dengan tahap pelatihan yang diberikan Bank Indonesia Bali. Tak hanya sekadar memberikan pelatihan, Sukarsana mendapat pendampingan dari Bank Indonesia Bali. "Pendampingan dari Bank Indonesia mengubah pola pikir saya bahwa tidak ada kata yang tidak mungkin, semua pasti bisa asal kita mau belajar," ucap dia.

Bali Arabica Coffee Kintamani, Sukarsana melanjutkan, memiliki visi 'menduniakan kopi lokal Bali dengan konsep Tri Hita Karana'. "Misi sederhananya adalah menciptakan pasar yang berkeadilan bagi petani, pembeli dan pelestarian alam, meningkatkan nilai kelokalan kopi Kintamani dan menciptakan destinasi wisata kopi 'Journey of Bali Coffee' untuk mensinergikan pertanian dengan dunia pariwisata di Bali yang bertumpu pada tiga nilai yaitu good, quality dan nature," tuturnya.

"Bank Indonesia sangat mendorong, mensupport Bali Arabica Kintamani Coffee untuk naik kelas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Dukungan seperti pelatihan kopi, akses Perbankan, akses pasar dan promosi betul-betul diberikan oleh mereka," tambah Sukarsana.

Berkah Manis dari Aroma Kopi Kintamani

Kopi Kintamani (Dewi Divianta/Liputan6.com)
Kopi Kintamani (Dewi Divianta/Liputan6.com)

Dukungan Bank Indonesia Bali berbuah manis bagi usaha kopi Kintamani yang digeluti Sukarsana. Ia difasilitasi mengikuti pameran dalam rangka promosi tak hanya di dalam negeri, namun juga hingga ke mancanegara seperti Moskow, London dan tahun lalu ke Tokyo, Jepang.

"Produk yang kami jual ada dua yakni greenbean dan roasted bean, kopi bubuk. Segmen pasarnya coffeeshop, roastery, restoran, villa, hotel , warung kopi dan pencinta kopi. Selain jual produk, Bali Arabica juga menjual jasa 'pengalaman kopi' yang bisa diakses di website www.journeyofbalicoffee.com. ini pasarnya untuk wisman yang sedang berlibur di Bali," katanya.

Usahanya kini terus bertumbuh pesat. Kolaborasi dengan beberapa e-commers di luar negeri pun dilakukan seperti Airbnb, Klook, Get Your Guide dan Aviator. Kini, Sukarsana telah mendapatkan manisnya berkah menjadi petani sekaligus pengusaha kopi. Dalam sebulan, omsetnya mencapai puluhan juta rupiah.

Kopi Komoditas Unggulan Indonesia

Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah Bali, Trisno Nugroho (Dewi Divianta/Liputan6.com)
Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah Bali, Trisno Nugroho (Dewi Divianta/Liputan6.com)

Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah Bali, Trisno Nugroho menegaskan komitmen dukungan lembaganya kepada UMKM, khususnya yang bergerak di bidang usaha kopi. Katanya, ada beragam kegiatan yang dilakukan sebagai bentuk dukungan tersebut.

"Bentuk dukungan Bank Indonesia terhadap UMKM khususnya kopi adalah melalui pelaksanaan kegiatan on boarding, pelatihan dan bantuan teknis lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, produktivitas, kualitas dan penjualan agar produk kopi pelaku UMKM dapat semakin diterima di pasar dalam dan luar negeri," kata Trisno menjabarkan.

Selanjutnya, dalam hal peningkatan akses pemasaran, Trisno menjelaskan jika Bank Indonesia turut mengikutsertakan UMKM binaan dari berbagai daerah dalam pameran atau expo, baik virtual maupun fisik yang dilaksanakan di dalam maupun luar negeri. "Hal ini dilakukan dalam rangka membantu pelaku UMKM untuk dapat memasarkan produknya langsung kepada pembeli luar negeri dan menghubungkan UMKM kopi dengan pelaku sektor usaha kopi yang lebih besar (eksportir), sehingga pasar kopi Indonesia akan semakin meluas," urainya.

Menurutnya, kopi merupakan komoditas unggulan yang dapat menunjang kinerja ekspor Indonesia. "Hal ini nantinya akan mampu menambah devisa negara serta dapat berperan dalam upaya mengurangi defisit anggaran transaksi berjalan," ujar Trisno.

Di Bali, kopi Kintamani memang sudah semestinya menjadi komoditas unggulan. Selain kualitasnya mumpuni, kopi Kintamani memiliki ciri khas yang menjadi pembeda dari biji kopi lain di Nusantara. Setidaknya hal tersebut yang dikatakan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bali, Pande Agus Widura.

Menurutnya, perkembangan kopi Bali amat luar biasa. Kopi Bali sudah dikenal luas masyarakat Nusantara bahkan mancanegara. "Kopi Bali memiliki cita rasa yang khas yaitu fruity khususnya orange. Saat ini kopi Bali sangat fantastic. Berkat pelatihan memiliki banyak cita rasa dan flafer yang lebih baik sehingga digandrungi pasar dunia yang banyak mengambil kopi dari Bali," ulas dia.

Jika dibandingkan dengan kopi lainnya baik di dalam maupun luar negeri Pande menilai kopi Bali memiliki kualitas relatif terjaga dengan harga terjangkau. "Karakter fruity-nya juga lebih dominan dibanding dari daerah lainnya," katanya.