Kisah Korban Gempa Sulbar Turut Jadi Relawan Kemanusiaan

Dusep Malik, Irfan
·Bacaan 1 menit

VIVA – Upaya evakuasi dan pendistribusian bantuan masih terus dilakukan kalangan relawan kemanusiaan di lokasi bencana gempa bumi di Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat. Sejumlah relawan saling membantu upaya tersebut guna mengurangi beban para korban.

Dalam kegiatan kerelawanan ini, seorang korban yang selamat dari gempa berkekuatan 6,2 skala richter itu, Ali Akbar, kini turut mengabdikan diri menjadi relawan kemanusiaan.

Pria berumur 40 tahun itu bergabung dalam barisan relawan Wahdah Inspirasi Zakat, lembaga kemanusiaan yang berada di bawah ormas Wahdah Islamiyah.

“Saya senang menjadi relawan karena di Wahdah. Dalam kondisi bagaimana pun, kita harus mengedepankan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi,” tutur Ali.

Baca juga: Usai Gempa, Fasilitas Publik di Mamuju dan Majene Berfungsi Kembali

Dia bercerita, sebelum petaka yang datang pada Jumat dini hari lalu itu, Ali bersama keluarganya tengah tinggal di dalam rumahnya di Kota Mamuju. Saat gempa mengguncang, mereka langsung keluar rumah, kondisi saat itu sangat gelap, listrik mati tiba-tiba.

Ali menggendong tiga anaknya. Ia berhasil selamat beserta dengan istrinya. Laptop miliknya yang ia pakai juga berhasil diselamatkan, pencahayaan di layar monitornya itulah yang digunakan sebagai penerang. Kediaman Ali ambruk rata dengan tanah.

Semua yang ia bangun secepat itu habis. Semua yang ia dapatkan bersusah payah, lenyap seketika. Tapi ia masih percaya, setiap musibah yang datang, pasti ada hikmah yang bisa ia petik.

“Ketika gempa datang, saya spontan lari keluar rumah tapi dengan keadaan panik, karena kekuatan gempa yang sangat kuat. Untuk berdiri saja susah,” ujarnya.

Beruntung Ali dan semua keluarganya bisa selamat. “Rumah sudah habis. Saya lalu tinggal di posko sama istri,” ujarnya.