Kisah Kylian Mbappe Bikin Lionel Messi Tak Terlihat di Piala Dunia 2018, Sinyal Era Baru Telah Datang

Bola.com, Jakarta - Sebelum menjadi rekan setim di Paris Saint-Germain (PSG), Lionel Messi dan Kylian Mbappe pernah berduel sengit di Piala Dunia. Keduanya pernah saling sikut di Piala Dunia 2018.

Kylian Mbappe begitu superior bersama Timnas Prancis di Grup C. Les Blues jadi juara grup setelah mengalahkan Australia serta Peru dan bermain imbang lawan Denmark.

Di Grup D, Lionel Messi dan Argentina terseok-seok setelah imbang melawan Islandia dan kalah dari Kroasia. Beruntung di laga terakhir melawan Nigeria, Marcos Rojo mencetak gol kemenangan di menit-menit akhir dan membuat Argentina lolos sebagai runner-up.

Kegagalan menjadi juara grup D membuat Argentina bertemu lawan berat di babak 16 besar. Argentina harus menghadapi juara Grup C yakni Prancis.

Laga ini  enjadi menarik karena menyuguhkan duel antara Lionel Messi menghadapi Kylian Mbappe. Langsung saja kita ulang memori laga hujan gol itu di Piala Dunia 1998 itu

 

Banjir Gol di Kazan

Saat mengalahkan Argentina usia Kylian Mbappe baru 19 tahun, 6 bulan.  lahir di Bondy, Prancis pada 20 December 1998 dengan nama Kylian Mbappé Lottin. (AP/David Vincent)
Saat mengalahkan Argentina usia Kylian Mbappe baru 19 tahun, 6 bulan. lahir di Bondy, Prancis pada 20 December 1998 dengan nama Kylian Mbappé Lottin. (AP/David Vincent)

Antoine Griezmann membuka skor di laga yang berlangsung di Kazan Arena melalui titik putih di menit ke-13. Argentina yang tertinggal menyamakan kedudukan jelang babak pertama berakhir dan bahkan berbalik unggul di awal babak kedua melalui Angel Di Maria dan Gabriel Mercado.

Prancis menjawab untuk menyamakan kedudukan melalui Benjamin Pavard hingga menjauh lewat dua gol Kylian Mbappe. Argentina hanya membuat satu gol tambahan dari Sergio Aguero di injury time.

Yang menarik, dari tujuh gol pada pertandingan itu, tidak ada yang berasal dari Lionel Messi.

 

Mbappe Masuk Geng Elite yang Dihuni Pele

Sinar Mbappe di laga itu benar-benar menyilaukan para penonton karena mampu menceploskan dua gol. Bukan hanya karena berhasil memulangkan Lionel Messi dan Argentina dari Rusia, tetapi saat itu usia Mbappe baru 19 tahun.

Pencapaian itu yang membuatnya disandingkan masuk geng elite, yang juga dihuni Pele. Dia menjadi pemain termuda kedua yang mencetak lebih satu gol di babak knock out Piala Dunia.

"Saya tersanjung bisa bersanding dengan Pele, tetapi saya tidak ingin membahas konteks itu. Saya sangat senang bisa menampilkan yang terbaik apalagi di Piala Dunia," kata Mbappe selepas laga.

 

Argentina Tak Bisa Hentikan Mbappe

Ketika mencetak dua gol ke gawang Argentina, Mbappe smenyamai rekor legenda Brasil Pele. Pemain berusia 19 tahun itu menjadi remaja kedua yang mencetak dua gol di Piala Dunia sejak Pele melakukannya pada edisi 1958. (AP/David Vincent)
Ketika mencetak dua gol ke gawang Argentina, Mbappe smenyamai rekor legenda Brasil Pele. Pemain berusia 19 tahun itu menjadi remaja kedua yang mencetak dua gol di Piala Dunia sejak Pele melakukannya pada edisi 1958. (AP/David Vincent)

Pelatih Argentina saat itu, Jorge Sampaoli mengaku timnya tidak bisa menghentikan Mbappe.

"Ketika menghadapi pemain seperti Mbappe atau Messi tentu saja Anda membuat rencana untuk mengendalikan mereka, tetapi memiliki hari seperti yang dilakukan Mbappe hari ini, sangat sulit untuk membuat rencana itu berhasil," ujarnya.

Pelatih Prancis, Didier Deschamps, hanya memberikan komentar sederhana saat timnya mengalahkan Argentina dan Mbappe bermain cemerlang. "Saya hanya senang karena Mbappe adalah orang Prancis" kata Didier Deschamps sembari tersenyum.

 

Tak Jadi Hadapi Ronaldo

Setelah menjungkalkan Lionel Messi dan Argentina, Kylian Mbappe seharusnya bakal menghadapi satu lagi megabintang sepak bola saat ini, Cristiano Ronaldo. Sayangnya, beberapa jam selepas Prancis memastikan lolos ke perempat final, Ronaldo dan Portugal justru mengikuti jejak Lionel Messi angkat koper dari Rusia.

Protugal takluk 1-2 dari Uruguay di babak 16 besar. Jika Mbappe juga menaklukan Ronaldo hingga akhirnya meraih juara dunia di Rusia, tentu itu menandakan era baru telah datang.

Sumber: FIFA